
Sabang, Aceh – Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, memimpin kegiatan penanaman pohon di Monumen Kilometer Nol (KM 0) Indonesia di Sabang, sebagai simbol peringatan satu tahun berdirinya organisasi tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen konsolidasi internal, tetapi juga pernyataan sikap politik untuk meneguhkan keadilan ekologis di seluruh tanah air.
Sahrin Hamid dan rombongan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh, pada Sabtu siang sekitar pukul 14.45 WIB. Mereka disambut oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Aceh serta para Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari Kota Banda Aceh, Aceh Besar, dan Bireuen. Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan dengan kapal cepat menuju Sabang, ujung barat Indonesia.
Setelah menunaikan shalat di masjid setempat, acara puncak digelar di KM 0. Sahrin Hamid, didampingi Ketua DPW Aceh dan Ketua DPD Sabang, secara simbolis menanam pohon. “Ini adalah pernyataan komitmen kami untuk merawat bumi sebagai amanah konstitusi dan moral,” ujar Sahrin dalam tulisannya yang dirilis pasca-kegiatan.
Sabang, yang dikenal sebagai Serambi Mekah, memiliki nilai historis tinggi. Pada era kolonial, wilayah ini menjadi pelabuhan strategis dan pintu utama bagi jamaah haji Nusantara menuju Tanah Suci. Situs makam 44 Wali di sana juga menjadi simbol penyebaran Islam dan peradaban. Menurut Sahrin, berdiri di KM 0 berarti berada di simpul sejarah kebangsaan, spiritualitas, dan peradaban.
Kegiatan ini juga menyoroti mandat konstitusi dalam Pembukaan UUD 1945, yang menekankan perlindungan “seluruh tumpah darah Indonesia” – termasuk tanah, air, hutan, dan laut. Sahrin menekankan bahwa keadilan sosial tidak dapat terwujud tanpa keadilan ekologis, mengingat tantangan seperti deforestasi, degradasi lahan, pencemaran, dan perubahan iklim yang paling berdampak pada rakyat kecil seperti petani dan nelayan.
“Menanam pohon adalah simbol keberlanjutan, penolakan terhadap penggundulan hutan, dan komitmen untuk keselamatan generasi mendatang,” tambah Sahrin. Gerakan Rakyat mendorong keadilan ekologis melalui penghentian eksploitasi sumber daya alam, tata kelola hutan dan tambang yang transparan, ruang hidup layak bagi masyarakat adat, serta ekonomi hijau yang berkeadilan.
Dari ujung barat Indonesia, pesan ini ditujukan kepada seluruh rakyat dan pemerintah: hentikan penggundulan hutan, rawat bumi sebagai rumah bersama, dan bangun Indonesia dengan paradigma keberlanjutan. “Gerakan Rakyat akan terus hadir di seluruh penjuru tanah air untuk memperjuangkan keadilan bagi manusia dan alam,” pungkas Sahrin.
Gerakan Rakyat, yang genap berusia satu tahun, telah melakukan kegiatan serupa di ujung timur dan utara Indonesia, menjadikan perjalanan ini sebagai penegasan arah perjuangan nasional. Kegiatan di Sabang diharapkan menjadi inspirasi untuk aksi lingkungan di seluruh negeri.
Info Detak.co | Minggu, 22 Februari 2026 
