Hari Terakhir Pencarian Jurnalis di Selat Sunda, Tim SAR Terjunkan 24 Kapal
asi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto memaparkan strategi pencarian rombongan jurnalis-kru KM Arupadhatu 1 yang hilang kontak di wilayah Gunung Anak Krakatau, Kamis (17/9/2026) (ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo)

PANDEGLANG - Tim SAR gabungan resmi memasuki hari terakhir atau hari kesepuluh (H+3 masa perpanjangan) operasi pencarian terhadap delapan orang yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga kru speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda pada Kamis (17/9/2026).

Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa pada hari penghujung operasi ini, kekuatan penuh dikerahkan dengan melibatkan total sekitar 523 personel serta 24 unit kapal untuk menyisir area seluas 8.509 nautical mile persegi.

"Pelaksanaan Operasi SAR hari kesepuluh atau H+3 masa perpanjangan kita bagi ke dalam 10 sektor," ujar Rizky di Posko SAR Carita, Pandeglang, Kamis (17/9/2026).

Sebanyak 24 kapal yang diterjunkan untuk menyisir 10 sektor pencarian tersebut terdiri dari:

  • 5 Kapal Perang Republik Indonesia (KRI)

  • 2 Kapal Angkatan Laut (KAL)

  • 1 Rigid Buoyant Boat (RBB)

  • 8 Kapal Polairud

  • 4 Kapal Negara (KN) SAR

  • 3 Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas

  • 1 Kapal Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP)

Pencarian tidak difokuskan pada satu titik sempit, melainkan disesuaikan dengan pemetaan (SAR mapping) berdasarkan perkiraan arah pergeseran objek atau korban di perairan. Selain penyisiran laut, tim SAR juga tetap melaksanakan penyisiran darat mulai dari kawasan Carita hingga Pantai Anyer.

Untuk memaksimalkan pencarian, tim SAR juga menyiagakan unsur udara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan. Helikopter HR-3604 dari Satuan Udara Pencarian dan Pertolongan disiagakan on-standby di ATS Bogor.

Selain itu, koordinasi intensif terus dilakukan bersama Vessel Traffic Services (VTS) untuk menyebarkan informasi (e-broadcast) kepada setiap kapal yang melintas atau melakukan penyeberangan di sekitar perairan Selat Sunda.

Namun, hingga hari kesepuluh ini, laporan dari kapal yang melintas maupun informasi yang diterima dari masyarakat masih belum membuahkan hasil (nihil).

Rombongan tersebut diketahui berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB guna meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Komunikasi dengan korban terputus sekitar pukul 15.04 WIB, sesaat setelah salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir pada pukul 14.42 WIB.

Adapun data korban yang berada dalam pencarian meliputi:

  1. Tiga Kru Kapal: Warta (55/Kapten Kapal), Surakman (60/ABK), dan Heriyanto (49/Pemandu).

  2. Lima Jurnalis: M. Bagus Khoirunnas (28/Antara), Ari Basuki (52/Merdeka), Yudhis (43/iNews), Daus (42/Anadolu), dan Donal (51/Pekerja Lepas).

Tim SAR gabungan terus memantau perkembangan di lapangan sembari memaksimalkan ikhtiar pada hari terakhir pencarian ini.