
JAKARTA — Indonesia Berbagi Kebaikan (IBK) bersama Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA) menyampaikan apresiasi kepada TNI Angkatan Laut atas kesempatan berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial di Pulau Bintan pada 15–22 September 2026. Apresiasi tersebut diwujudkan melalui penyerahan cendera mata secara simbolis di ruang utama Pusat Teritorial TNI Angkatan Laut (Pusteral), Kamis, 8 Oktober 2026, Jakarta.
Serah terima simbolis dilakukan oleh Komandan Pusteral, Kolonel Laut (P) Dr. Rully Riono, M.Tr.Opsla., bersama Babe Hazairin, selaku Pengawas IBK sekaligus Direktur Networking BWA. Momentum ini menjadi ungkapan terima kasih IBK–BWA atas kesempatan dan kepercayaan yang diberikan untuk turut mengambil bagian dalam kegiatan bakti sosial TNI AL di Pulau Bintan.
Pertemuan tersebut juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara institusi negara dan lembaga sosial dalam memperluas manfaat kegiatan kemasyarakatan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah maritim dan kepulauan.
Dari Bintan Menuju Gerakan Sejuta Al-Qur’an
Keterlibatan IBK–BWA dalam bakti sosial Pulau Bintan menjadi salah satu pijakan untuk mengembangkan program pembinaan masyarakat maritim secara lebih berkelanjutan. Salah satu inisiatif yang diusung adalah WAP Maritim Indonesia—Wakaf Al-Qur’an dan Pembinaan Masyarakat Maritim Indonesia.
Program ini membawa semangat bahwa pembangunan masyarakat maritim tidak hanya berkaitan dengan aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga perlu didukung penguatan literasi Al-Qur’an, pendidikan, dan pembinaan sosial kemasyarakatan.
Sebagai langkah awal, Pilot Project Pulau Bintan mengakomodasi dukungan distribusi 500 Al-Qur’an. Program tersebut menjadi bagian dari visi yang lebih luas, yakni:
“Dari 500 Al-Qur’an Menuju Sejuta Al-Qur’an untuk Indonesia Maritim.”
Target tersebut menempatkan wakaf Al-Qur’an sebagai gerakan kolaboratif yang diharapkan dapat menjangkau masyarakat pesisir, pulau-pulau kecil, dan berbagai komunitas maritim di Indonesia.
Melalui pendekatan ini, distribusi mushaf diharapkan tidak berhenti pada penyerahan fisik, tetapi dapat dilanjutkan dengan kegiatan literasi, pembelajaran, dan pembinaan yang memberikan manfaat jangka panjang.
Menyiapkan Kerja Sama IBK–Pusteral
Sebagai tindak lanjut komunikasi dan sinergi yang telah terbangun, IBK menyiapkan rancangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pusteral. Rancangan tersebut diarahkan untuk menjadi landasan pembahasan kolaborasi yang lebih terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Terdapat dua fokus utama yang diusulkan dalam kerja sama tersebut.
Pertama, pengembangan WAP Maritim Indonesia, termasuk Gerakan Sejuta Al-Qur’an, literasi, serta pembinaan masyarakat maritim.
Kedua, penguatan Ekosistem Halal Maritim, dengan ruang pengembangan yang mencakup pemberdayaan ekonomi, ketahanan pangan, digitalisasi, penggalangan dana, dan kemitraan dengan dunia usaha.
Ruang lingkup tersebut diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang menghubungkan kegiatan sosial dan keagamaan dengan pemberdayaan masyarakat serta penguatan ekonomi di wilayah maritim.
Meski demikian, rancangan PKS tersebut tetap memerlukan pembahasan, arahan, dan penyempurnaan bersama. Setiap program yang berkaitan dengan lingkungan TNI AL harus diselaraskan dengan tugas, fungsi, kewenangan, prosedur, dan ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi untuk Manfaat yang Lebih Luas
Bagi IBK–BWA, keterlibatan dalam bakti sosial Pulau Bintan merupakan pengalaman kolaboratif yang dapat menjadi dasar pengembangan program serupa di wilayah lain. Sementara itu, penyerahan cendera mata secara simbolis di ruang utama Pusteral menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi atas kesempatan bersinergi bersama TNI AL.
Ke depan, pengembangan WAP Maritim Indonesia diharapkan mampu mempertemukan semangat wakaf, pendidikan, pembinaan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu gerakan yang saling menguatkan.
Dari Pulau Bintan, inisiatif tersebut membawa cita-cita yang lebih luas: menghadirkan Al-Qur’an, memperkuat literasi keagamaan, dan memperluas manfaat kolaborasi bagi masyarakat maritim Indonesia.
Gerakan Sejuta Al-Qur’an bukan sekadar target distribusi mushaf, melainkan ikhtiar membangun keberlanjutan manfaat melalui sinergi, pembinaan, dan kepedulian terhadap masyarakat kepulauan.
Info Detak.co | Minggu, 11 Oktober 2026 
