
Melalui Aplikasi IKA UNAIR, IBK menjajaki pengembangan kanal informasi lowongan kerja yang dapat diperbarui setelah job fair berakhir.
SURABAYA — Job Fair Inklusif 2026 yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Timur bersama Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) pada 29–30 Oktober 2026 menawarkan 4.807 lowongan kerja dan magang. Di tengah upaya mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja tersebut, muncul gagasan untuk memperpanjang akses informasi rekrutmen melalui kanal digital agar manfaat bursa kerja tidak berhenti ketika kegiatan selesai.
Berdasarkan pemberitaan Kompas.com pada 29 Oktober 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyediakan ribuan kesempatan kerja melalui Job Fair Inklusif 2026 yang berlangsung di Convention Hall Grand City Surabaya.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara perusahaan dan pencari kerja, termasuk penyandang disabilitas dan mereka yang mencari kesempatan magang. Selain membuka akses terhadap informasi lowongan, bursa kerja juga menjadi sarana bagi perusahaan untuk memperkenalkan kebutuhan tenaga kerja dan menjaring kandidat sesuai kualifikasi.
Namun, kebutuhan rekrutmen perusahaan berlangsung dinamis. Lowongan baru dapat muncul setelah acara berakhir, sementara pencari kerja tetap membutuhkan informasi yang akurat, mudah dijangkau, dan terhubung dengan mekanisme pendaftaran resmi.
Peluang Kerja
Job Fair Inklusif 2026 diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Pelaksanaannya pada 29–30 Oktober 2026 menghadirkan kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses informasi pekerjaan dari berbagai perusahaan.
Jumlah lowongan yang diberitakan menunjukkan besarnya kebutuhan untuk mempertemukan pencari kerja dengan dunia usaha. Meski demikian, ketersediaan lowongan tidak dengan sendirinya menjamin penyerapan tenaga kerja. Kesesuaian kompetensi, persyaratan jabatan, proses seleksi, dan kebutuhan perusahaan tetap menentukan hasil akhirnya.
Karena itu, selain mempertemukan kedua pihak melalui kegiatan langsung, penyediaan informasi yang berkelanjutan dapat menjadi salah satu pendekatan untuk memperluas akses pencari kerja terhadap kesempatan yang tersedia.
Peran Aplikasi
Dalam kegiatan tersebut, Aplikasi IKA UNAIR diperkenalkan melalui sebuah stan yang menampilkan layar monitor dan banner bertajuk “IKA UNAIR: Satu Aplikasi, Satu Ekosistem Alumni”.
Aplikasi ini menampilkan sejumlah fitur, antara lain kartu keanggotaan digital, pembaruan data alumni, informasi, artikel, media sosial, galeri video, dan agenda organisasi.
Indonesia Berbagi Kebaikan (IBK), sebagai mitra IKA UNAIR yang membangun dan mengelola aplikasi tersebut, melihat peluang untuk menjajaki pemanfaatan kanal digital bagi penyebaran informasi kesempatan kerja.
Pemanfaatan itu diharapkan dapat melengkapi penyelenggaraan job fair melalui publikasi lowongan yang tetap dapat diakses setelah kegiatan berakhir. Namun, pengembangan layanan rekrutmen secara khusus masih memerlukan penyesuaian terhadap kapasitas teknis aplikasi dan persetujuan pihak terkait.
Usulan IBK
Pada 29 Oktober 2026, IBK menyampaikan usulan tindak lanjut kepada Disnakertrans Jawa Timur dengan melibatkan IKA UNAIR dan panitia Job Fair Inklusif 2026.
Usulan tersebut mengangkat konsep Job Fair Real-Time Every Day Online melalui Aplikasi IKA UNAIR. Gagasan utamanya adalah menyediakan kanal informasi lowongan yang dapat diperbarui secara berkala, sehingga perusahaan memiliki alternatif untuk menyebarluaskan kebutuhan tenaga kerja di luar periode penyelenggaraan bursa kerja.
Dalam proposal kemitraan yang disiapkan pengelola aplikasi, layanan yang dijajaki meliputi direktori perusahaan, publikasi informasi lowongan, kualifikasi jabatan, lokasi penempatan, batas waktu pendaftaran, serta tautan menuju portal karier atau kanal rekrutmen resmi perusahaan.
Perusahaan juga dapat menyampaikan perubahan informasi maupun kebutuhan rekrutmen berikutnya untuk diproses sesuai mekanisme yang disepakati.
IBK mengusulkan audiensi dan diskusi teknis bersama Disnakertrans Jawa Timur, IKA UNAIR, dan panitia untuk membahas mekanisme kerja sama, verifikasi lowongan, tata kelola data, dan tahapan implementasi.
Dengan demikian, gagasan tersebut masih berada pada tahap usulan dan penjajakan. Belum dapat disimpulkan bahwa layanan tersebut telah disepakati atau resmi beroperasi.
Akurasi Data
Salah satu tantangan dalam pengembangan kanal rekrutmen digital adalah menjaga agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan relevan.
Identitas perusahaan dan keabsahan lowongan perlu diverifikasi sebelum dipublikasikan. Informasi mengenai persyaratan, jadwal seleksi, dan batas akhir pendaftaran juga perlu diperbarui agar pencari kerja tidak mengandalkan informasi yang sudah tidak berlaku.
Tautan pendaftaran sebaiknya mengarah ke kanal resmi perusahaan atau saluran yang telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Sementara itu, proses seleksi dan keputusan penerimaan tetap menjadi tanggung jawab perusahaan.
Perlindungan data pribadi juga perlu menjadi perhatian. Apabila pengembangan layanan melibatkan pengumpulan atau pemrosesan data pelamar, pelaksanaannya harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
Selain itu, perluasan jangkauan kepada alumni UNAIR maupun pencari kerja umum harus mempertimbangkan cakupan pengguna aplikasi, kebijakan publikasi, dan kesiapan teknis yang tersedia.
Mengukur Manfaat
Usulan kesinambungan job fair melalui aplikasi membuka peluang untuk memperpanjang akses informasi lowongan. Namun, efektivitasnya perlu dinilai berdasarkan manfaat yang benar-benar diterima perusahaan dan pencari kerja.
Sejumlah indikator yang dapat dipertimbangkan antara lain jumlah perusahaan yang berpartisipasi, jumlah lowongan yang telah diverifikasi, ketepatan pembaruan informasi, jangkauan publikasi, dan akses pengguna menuju kanal pendaftaran resmi.
Indikator tersebut dapat menjadi dasar evaluasi untuk menentukan apakah layanan digital memberikan nilai tambah dibandingkan kanal informasi yang telah digunakan perusahaan.
IBK menyatakan kesiapan untuk menjajaki dukungan teknis dan operasional sesuai kapasitas aplikasi serta kesepakatan para pihak. Tindak lanjutnya memerlukan pembahasan bersama dengan Disnakertrans Jawa Timur dan IKA UNAIR.
Pada akhirnya, job fair dan layanan digital memiliki fungsi yang saling melengkapi. Job fair menyediakan ruang pertemuan langsung, sedangkan kanal digital berpotensi menjaga kesinambungan informasi setelah kegiatan berakhir.
Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa gagasan tersebut dapat diterapkan melalui tata kelola yang jelas, informasi yang terverifikasi, dan mekanisme yang akuntabel. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya lowongan yang ditampilkan, tetapi juga oleh kemampuannya membantu mempertemukan kebutuhan perusahaan dengan pencari kerja yang relevan. []
Info Detak.co | Jumat, 30 Oktober 2026 
