Jumlah Orang Super Kaya RI Diramal Meroket 82%, Menko Airlangga Genjot Stimulus untuk Dongkrak Kelas Menengah
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, merespons laporan lembaga konsultan properti global, Knight Frank, yang memproyeksikan lonjakan masif jumlah orang super kaya di Indonesia dalam lima tahun ke depan. Menghadapi potensi tersebut, Airlangga menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah menekan jurang ketimpangan ekonomi melalui perbaikan indikator koefisien gini.

Di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (10/7/2026), Airlangga menyatakan pemerintah tengah mengakselerasi sejumlah program unggulan atas arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto demi menjaga pemerataan distribusi pendapatan nasional.

"Ya, arahan Bapak Presiden kita sekarang mendorong perbaikan koefisien gini. Jadi program itu yang kita coba dan kita akselerasi dengan beberapa program unggulan Pak Presiden," jelas Airlangga.

Strategi Menarik Kelas Menengah dan Melindungi Kelompok Rentan

Pemerintah menerapkan strategi dua arah untuk menjaga keseimbangan struktur sosial-ekonomi masyarakat:

  • Jaring Pengaman Kelompok Bawah: Untuk kelompok masyarakat desil 4 ke bawah (miskin dan rentan miskin), pemerintah memperpanjang program bantuan pangan beras selama tiga bulan untuk periode Juli–September guna mengamankan kebutuhan pokok mereka.

  • Perluasan Akses KUR Perumahan: Sektor perumahan dinilai menjadi motor penggerak bagi stabilitas kelas menengah ke bawah. Oleh sebab itu, pemerintah meluncurkan skema baru Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan yang memberikan ruang pembiayaan hingga Rp5 miliar bagi pelaku UMKM. Karena realisasinya yang positif, plafon anggarannya dinaikkan menjadi Rp50 triliun hingga akhir tahun.

Stimulus Finansial dan Subsidi Energi Tetap Berjalan

Guna mempertahankan daya beli dan konsumsi masyarakat di tengah dinamika ekonomi, sejumlah insentif fiskal dan subsidi energi dipastikan tetap berjalan, meliputi:

  1. Pemberian insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

  2. Pemberlakuan Pajak Penghasilan (PPh) ditanggung pemerintah.

  3. Pemberian stimulus pendorong daya beli masyarakat selama masa musim liburan.

  4. Pemberian subsidi kuota energi untuk menstabilkan harga eceran BBM jenis Pertalite dan bahan bakar biodiesel di pasar domestik.

Duduk Perkara: Ramalan Lonjakan UHNWI Indonesia

Berdasarkan publikasi riset kekayaan yang dirilis oleh Knight Frank, Indonesia diprediksi menduduki posisi teratas secara global dalam hal kecepatan pertumbuhan penduduk super kaya atau Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) hingga tahun 2031. Kategori UHNWI ini merujuk pada individu yang memegang aset kekayaan bersih minimal USD 30 juta (setara Rp540 miliar dengan asumsi kurs Rp18.000/USD).

Laporan tersebut mencatat poin-poin pertumbuhan berikut:

  • Proyeksi Pertumbuhan: Jumlah kaum UHNWI di Indonesia diramal melesat hingga 82% dalam kurun waktu lima tahun.

  • Lonjakan Angka: Secara kuantitas, populasi orang super kaya di tanah air diprediksi bertambah dari 3.866 jiwa pada tahun 2026 menjadi 6.966 jiwa di tahun 2031.

  • Ungguli Negara Lain: Laju pertumbuhan 82% milik Indonesia ini berhasil melampaui performa akumulasi kekayaan negara berkembang lainnya seperti Arab Saudi dan Polandia, yang rata-rata hanya diproyeksikan tumbuh di kisaran 60%.