Kapolda Metro: Tidak Ada Senjata Api, Pengamanan Demo Harus Humanis
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan tidak ada anggota yang membawa senjata api dalam pengamanan aksi demo buruh di depan Gedung DPR, Kamis (28/8) hari ini. (Foto: Arsip Polres Jakpus)

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan bahwa tidak ada personel kepolisian yang membawa senjata api dalam pengamanan aksi demonstrasi buruh yang digelar di depan Gedung DPR RI, Kamis (28/8).

Penegasan ini disampaikan Asep saat memimpin apel kesiapan pengamanan. Ia juga menginstruksikan jajarannya untuk mengedepankan pendekatan humanis dan menghindari tindakan agresif.

"Tidak ada yang membawa senjata api, tidak ada penembakan. Jangan bersikap agresif atau emosional. Keselamatan masyarakat dan anggota adalah prioritas. Kita kedepankan sikap humanis," ujar Asep.

Ia menambahkan, jika ditemukan barang-barang terlarang seperti molotov atau senjata tajam, anggota diminta untuk menanganinya sesuai prosedur tanpa bertindak sendiri.

Kapolda juga menekankan bahwa penggunaan gas air mata hanya diperbolehkan atas perintah langsung dari dirinya. Sementara itu, tindakan represif hanya dapat dilakukan oleh tim Reskrim terhadap massa yang bertindak anarkis.

"Kendalikan diri, sabar, dan terukur. Jangan mudah terprovokasi, jangan ada pelanggaran aturan. Semua bergerak satu komando," tegasnya.

Sebanyak 4.531 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi. Aksi ini digelar oleh massa buruh yang tergabung dalam Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB), termasuk di antaranya Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Adapun sejumlah tuntutan yang dibawa para buruh dalam aksi ini mencakup penghapusan sistem outsourcing, penarikan UU Ketenagakerjaan dari omnibus law, reformasi perpajakan buruh, percepatan pengesahan RUU Perampasan Aset, serta penolakan terhadap upah murah.