
Kepala Kepolisian Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam selama periode mudik Lebaran 2026.
JAKARTA - Kepala Kepolisian Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam selama periode mudik Lebaran 2026. Instruksi tersebut disampaikan saat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Monumen Nasional, Jakarta.
Dalam arahannya, Kapolri menekankan perlunya kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah selatan Indonesia, seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Prediksi tersebut merujuk pada laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika yang memperkirakan kondisi cuaca berawan hingga hujan lebat selama masa arus mudik.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, ia meminta penyiapan tim tanggap bencana beserta sarana dan prasarana pendukung, serta langkah penanganan bencana pada tahap sebelum, saat, dan setelah kejadian. Selain itu, patroli keamanan juga diminta ditingkatkan, terutama di lokasi dan waktu yang rawan.
Kapolri juga menginstruksikan jajaran kepolisian dari tingkat polsek hingga polres untuk mendata rumah-rumah yang ditinggalkan pemiliknya saat mudik. Ia turut meminta penyediaan tempat penitipan kendaraan bagi masyarakat serta mengoptimalkan layanan darurat kepolisian melalui nomor 110 agar pelayanan lebih responsif.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret serta 28–29 Maret. Pemerintah juga telah menyiapkan berbagai rekayasa lalu lintas, seperti sistem satu arah, contraflow, ganjil-genap, hingga pembatasan kendaraan barang untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.
Info Detak.co | Jumat, 13 Maret 2026 
