Kasus Influenza Melonjak, Menkes Pastikan Belum Ada Strain Berbahaya
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan paparan saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/04).

JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengakui adanya peningkatan kasus influenza yang terpantau di sejumlah daerah. Namun, pemerintah menyebut kenaikan tersebut masih berada dalam pola musiman dan belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Budi mengatakan Kementerian Kesehatan memantau perkembangan influenza melalui sistem pemeriksaan sentinel di sejumlah rumah sakit. Dari pemantauan tersebut, memang terlihat adanya peningkatan kasus dalam beberapa waktu terakhir.

“Memang ada kenaikan kasus influenza. Masyarakat mesti tahu influenza itu ada musimnya. Jadi, memang bulan-bulan ini pasti ada kenaikan,” kata Budi seusai rapat di DPR, Rabu (16/9/2026).

Menurut Budi, peningkatan kasus tahun ini belum menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jenis influenza yang paling banyak mengalami kenaikan saat ini adalah influenza tipe A, disusul sejumlah kasus rhinovirus.

“Kita sekarang belum melihat ada perbedaan yang sangat signifikan kenaikan tahun ini dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.

Budi juga menegaskan bahwa jenis virus yang terdeteksi dalam pemantauan saat ini bukan merupakan strain yang dinilai berbahaya. Kementerian Kesehatan akan terus memantau perkembangan kasus dan meminta daerah melaporkan apabila menemukan pasien dengan kondisi yang lebih berat.

“Sampai so far saya masih bisa lihat ini masih terkendali,” katanya.

Peningkatan kasus demam dan influenza juga dilaporkan terjadi di Surabaya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, mengatakan kenaikan tersebut masih dalam batas yang wajar.

Menurut Billy, kondisi tersebut dapat terjadi seiring perubahan cuaca dan meningkatnya aktivitas masyarakat.

“Memang dalam beberapa waktu terakhir ada sedikit peningkatan kasus demam. Kondisi ini masih tergolong wajar dan dapat terjadi seiring perubahan cuaca serta meningkatnya aktivitas masyarakat,” kata Billy, Rabu (16/9).

Dinas Kesehatan Surabaya mengimbau masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat. Warga disarankan cukup beristirahat, memperbanyak konsumsi air putih, menggunakan masker saat beraktivitas, serta mengonsumsi vitamin sesuai kebutuhan.

Billy juga meminta masyarakat tidak panik menyikapi informasi mengenai peningkatan kasus influenza.

Terkait kabar di media sosial yang menyebut sejumlah rumah sakit di Surabaya penuh akibat pasien demam dan influenza tipe A, Billy memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas tetap berjalan normal.

Ia menjelaskan pasien yang menjalani rawat inap merupakan mereka yang berdasarkan kondisi medis memang membutuhkan penanganan lebih lanjut, termasuk pasien yang mengalami gangguan pernapasan berat.

Sementara pasien dengan gejala demam atau influenza ringan pada umumnya dapat ditangani melalui layanan rawat jalan.

“Yang saat ini dirawat inap di rumah sakit adalah pasien dengan kondisi yang memang memerlukan penanganan lebih lanjut, seperti mengalami gangguan pernapasan berat,” jelas Billy.

Ia menambahkan rumah sakit tetap memprioritaskan pasien yang membutuhkan penanganan medis, khususnya dalam kondisi gawat darurat.

Billy juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai informasi mengenai kondisi rumah sakit yang beredar di media sosial sebelum memastikan sumber dan kebenarannya