Kebakaran Gudang Buku di SDN Srengseng Sawah 04 Berhasil Dipadamkan, Tidak Ada Korban
Petugas pemadam kebakaran melakukan pendinginan di gudang SDN Srengseng Sawah 04, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026). | Foto: Arie Basuki

JAKARTA - Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan berhasil memadamkan kebakaran yang terjadi di gudang penyimpanan buku Gedung SDN Srengseng Sawah 04, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Kamis (6/8). Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.

Kepala Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengatakan laporan kebakaran diterima dari masyarakat pada pukul 11.36 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung mengerahkan 15 unit mobil pemadam kebakaran beserta 60 personel untuk melakukan pemadaman dan mencegah api merambat ke bangunan lain.

"Terima informasi, kami langsung meluncurkan kekuatan penuh dengan mengerahkan 15 unit mobil pemadam kebakaran beserta 60 personel ke lokasi guna mencegah perambatan api," ujar Asril.

Berkat respons cepat petugas, api berhasil dilokalisasi sekitar pukul 11.50 WIB. Selanjutnya dilakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

"Kami melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi api atau bara yang masih menyala di sekitar lokasi kebakaran," katanya.

Asril menjelaskan, kebakaran menghanguskan gudang penyimpanan buku berukuran sekitar 8 x 15 meter. Operasi pemadaman dinyatakan selesai pada pukul 12.34 WIB.

"Pemadaman selesai. Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak terkait," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, memastikan proses evakuasi peserta didik dan tenaga pendidik berlangsung dengan cepat sehingga seluruh warga sekolah berada dalam kondisi aman.

Menurut Santoso, sebelum api membesar, petugas sekolah telah berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, karena material yang terbakar mudah terbakar, api tidak dapat dikendalikan.

"Situasi sudah kondusif, anak-anak juga sudah pulang. Selanjutnya kami akan melakukan pembersihan agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal," tandasnya.