Kebakaran Hanguskan 28 Gudang di Kosambi Tangerang, Kerugian Capai Rp20 Miliar
Sejumlah petugas pemadam kebakaran dari BPBD Kabupaten Tangerang berjubaku memadamkan api yang membakar gudang di Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu 16 September 2026. (Foto: Saadatuddaraen)

TANGERANG - Kebakaran melanda kawasan pergudangan Kosambi Permai Extension, Desa Belimbing, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (17/9/2026). Sebanyak 28 bangunan gudang dilaporkan terbakar dalam peristiwa tersebut.

Api pertama kali diketahui oleh petugas keamanan yang melihat kobaran api dari bagian belakang sebuah gudang yang menyimpan kasur berbahan busa.

"Tiba-tiba saksi 1 melihat api di pojok belakang dari dalam gudang yang berbahan busa kasur. Saksi 1 melihat api membesar dan berteriak untuk minta karyawan yang di kantor untuk keluar," ujar Command Center Damkar Kabupaten Tangerang.

Petugas kemudian meminta orang-orang di sekitar lokasi untuk meninggalkan area dan mencari bantuan. Petugas keamanan lainnya juga segera menghubungi pemadam kebakaran setelah mengetahui kebakaran tersebut.

Laporan kebakaran diterima petugas damkar sekitar pukul 12.55 WIB. Armada pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 13.00 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman.

Kondisi gudang yang menyimpan sejumlah material mudah terbakar serta hembusan angin cukup kencang membuat api cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain.

"Api semakin membesar dan merambat ke bagian gudang lain yang ada di belakang pabrik yang terbakar," kata petugas.

Sebanyak 16 unit mobil pompa dan sekitar 80 personel pemadam kebakaran gabungan dikerahkan untuk menangani kobaran api. Petugas berjibaku memadamkan api selama hampir 10 jam hingga akhirnya kebakaran dinyatakan selesai sekitar pukul 23.00 WIB.

Dari 28 gudang yang terdampak, bangunan tersebut diketahui memiliki beragam fungsi. Di antaranya digunakan sebagai tempat penyimpanan logistik kontraktor, gudang cold storage, serta beberapa gudang yang dalam kondisi kosong.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kebakaran diduga dipicu gangguan pada instalasi listrik atau korsleting.

"Jumlah gudang terbakar 28 gudang. Kerugian estimasi Rp 20 miliar. Penyebab kebakaran sementara karena korsleting listrik," jelas Command Center Damkar Kabupaten Tangerang.

Tidak ada informasi mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Petugas terkait masih melakukan penanganan dan pendataan dampak kebakaran