
Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk
JAKARTA - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamenidagri), Ribka Haluk, menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk melakukan transformasi besar-besaran pada tata kelola pelayanan kesehatan di Provinsi Papua. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja pada pertengahan Maret 2026 yang mengidentifikasi sejumlah kendala krusial di lapangan, mulai dari status sertifikat tanah, aspek keamanan di area rumah sakit, hingga manajemen internal. Ribka menyatakan, "Sehubungan dengan tindak lanjut kunjungan kerja kami... kami berkomitmen dan terus berupaya melakukan perbaikan tata kelola pelayanan kesehatan di Provinsi Papua," sebagaimana disampaikan dalam keterangan tertulis pada Jumat (27/3/2026).
Sebagai solusi konkret, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan telah menunjuk RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta sebagai pendamping bagi tiga rumah sakit utama di Papua, yaitu RSUD Dok II, RSUD Abepura, dan RSUD Yowari. Program pendampingan ini mewajibkan setiap rumah sakit mengirimkan delegasi yang terdiri dari unsur pimpinan dan staf ahli di bidang pelayanan medik, keuangan, hingga SDM untuk mempelajari praktik terbaik (best practice) secara langsung di Yogyakarta. Ribka menjelaskan skema ini dengan berujar, "Jadi ini [RSUP dr. Sardjito] rekomendasi dari Kementerian Kesehatan. Nanti mereka akan Bimtek-nya di sana, melihat langsung best practice-nya di sana."
Guna memastikan efektivitas program, bimbingan teknis (bimtek) yang awalnya dilakukan secara daring akan ditingkatkan menjadi pertemuan tatap muka minimal selama dua hari di Yogyakarta. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemendagri pun turut memberikan dukungan penuh melalui penyediaan fasilitas akomodasi dan transportasi bagi para peserta. Ribka menegaskan bahwa fokus utama dari seluruh rangkaian kegiatan ini adalah memastikan rumah sakit di Papua mampu beroperasi sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan. Beliau menutup pernyataannya dengan komitmen pengawasan yang ketat: "Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan sangat mendukung... Sehingga saya akan membimbing terus ini, sampai rumah sakit ini harus benar-benar berjalan, sudah menggunakan SPM Kesehatan."
Info Detak.co | Jumat, 27 Maret 2026 
