
Foto: istimewa
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memberikan penjelasan terkait kondisi seorang siswi kelas XI SMK Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang mengalami gangguan ingatan dan kesulitan berbicara setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan siswi berinisial FP tersebut telah menjalani perawatan rawat jalan di RS Adam Malik Medan sejak 31 Agustus 2026.
Menurut Aji, penanganan terhadap FP melibatkan sejumlah dokter spesialis untuk mengetahui kondisi kesehatan yang dialaminya.
“Saat ini ditangani oleh dokter spesialis anak subspesialis gastrohepatologi, dokter spesialis anak subspesialis neurologi dan dokter spesialis kesehatan jiwa,” kata Aji saat dihubungi, Kamis (10/9/2026).
Aji menegaskan, Kemenkes belum dapat menyimpulkan bahwa gangguan kesehatan yang dialami FP berkaitan dengan program MBG.
“Belum dapat disimpulkan ada kaitan antara penyakit yang diidap oleh FP dengan MBG,” ujarnya.
Sebelumnya, dugaan kasus keracunan setelah mengonsumsi makanan program MBG dilaporkan terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Utara.
FP, siswi berusia 16 tahun, disebut mengalami gangguan ingatan setelah diduga mengalami keracunan makanan MBG di sekolahnya. Pihak keluarga menyebut kondisi tersebut semakin parah.
Selain mengalami gangguan pada ingatan, FP juga disebut mengalami kesulitan berbicara. Kondisi tersebut kini masih dalam penanganan dan pemantauan tim medis RS Adam Malik Medan
Info Detak.co | Kamis, 10 September 2026 
