
Ilustrasi
JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI meluruskan informasi mengenai data HIV di Kabupaten Sidoarjo yang belakangan menjadi perhatian publik. Kemenkes menegaskan bahwa meningkatnya jumlah kasus HIV yang ditemukan merupakan dampak dari semakin luasnya layanan skrining dan deteksi dini, bukan serta-merta menunjukkan peningkatan penularan di masyarakat.
Kemenkes juga mengimbau masyarakat agar memahami data HIV secara utuh dan tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV). Semakin banyaknya kasus yang terdeteksi dinilai sebagai indikator bahwa lebih banyak masyarakat mengetahui status kesehatannya sehingga dapat segera memperoleh terapi antiretroviral (ARV).
Berdasarkan data situasi HIV Kabupaten Sidoarjo, sejak 2011 hingga Juni 2026 tercatat 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0–24 tahun. Kemenkes menjelaskan bahwa tren peningkatan temuan kasus berjalan seiring dengan meluasnya akses pemeriksaan HIV di rumah sakit, puskesmas, klinik, serta layanan berbasis komunitas.
Dari total tersebut, sebanyak 117 kasus terjadi pada anak usia 0–10 tahun dan seluruhnya merupakan penularan dari ibu ke anak. Hingga Juni 2026, sebanyak 32 anak masih menjalani terapi, 35 anak meninggal dunia, sedangkan 50 lainnya berstatus lost to follow-up (LFU) atau tidak lagi terpantau dalam layanan pengobatan.
Pada kelompok usia 11–17 tahun ditemukan 60 kasus HIV. Empat kasus berasal dari penularan vertikal, sementara 56 kasus lainnya merupakan penularan horizontal yang ditemukan melalui berbagai layanan kesehatan dan kelompok sasaran. Dari jumlah tersebut, 34 remaja masih menjalani pengobatan, tujuh orang meninggal dunia, dan 19 lainnya berstatus LFU.
Sementara itu, kelompok usia 18–24 tahun mencatat jumlah kasus terbesar, yakni 1.006 kasus. Hampir seluruhnya merupakan penularan horizontal yang ditemukan melalui skrining pada berbagai kelompok populasi, termasuk laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL), ibu hamil, pasien tuberkulosis, pasangan ODHIV, pekerja seks, hingga kelompok masyarakat lainnya yang menjalani pemeriksaan. Sebanyak 572 orang masih menjalani terapi ARV, 123 orang meninggal dunia, dan 311 orang berstatus LFU.
Sebagai tindak lanjut atas tingginya perhatian publik, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes telah melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan tersebut mencakup klarifikasi dan verifikasi data, termasuk kunjungan ke Delta Crisis Center (DCC), evaluasi pelaksanaan program pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta penguatan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo.
Kemenkes juga terus memperkuat program Pencegahan Penularan HIV dari Ibu ke Anak (PPIA). Selama periode 2022 hingga Juni 2026 tercatat 163 ibu hamil dengan HIV di Kabupaten Sidoarjo. Seluruh ibu hamil didorong menjalani tes HIV sebagai bagian dari pelayanan antenatal terpadu agar terapi dapat segera diberikan dan risiko penularan kepada bayi dapat ditekan hingga di bawah dua persen.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, dr. Andi Saguni, MA, menegaskan bahwa HIV merupakan penyakit kronis yang dapat dikendalikan melalui terapi antiretroviral apabila didiagnosis dan diobati sejak dini.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV apabila memiliki faktor risiko atau direkomendasikan oleh tenaga kesehatan. Mengetahui status HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, pasangan, dan keluarga. Dengan pengobatan yang diminum secara teratur, orang dengan HIV dapat hidup sehat, produktif, dan tetap berkontribusi bagi masyarakat," ujar Andi dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/7).
Kemenkes menegaskan bahwa keberhasilan program penanggulangan HIV tidak hanya diukur dari menurunnya infeksi baru, tetapi juga dari semakin banyaknya masyarakat yang mengetahui status HIV, segera memulai terapi ARV, serta mampu mempertahankan pengobatan secara berkelanjutan. Semakin dini HIV terdeteksi, semakin besar peluang seseorang untuk hidup sehat sekaligus mencegah penularan kepada orang lain.
Info Detak.co | Minggu, 26 Juli 2026 
