
Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah cepat dalam menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mengambil langkah cepat dalam menangani dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dengan mendirikan dapur umum serta menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari respons darurat untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi.
Bencana tersebut dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Pemalang sejak Jumat sore hingga dini hari. Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan sejumlah sungai, yakni Sungai Gung, Kali Pena Kir, dan Kali Soso, meluap. Luapan air membawa material lumpur, bebatuan, serta kayu gelondongan dari kawasan hutan Gunung Slamet dan menerjang permukiman warga.
Wilayah yang terdampak banjir tersebar di Kecamatan Pulosari, meliputi Desa Gunungsari, Penakir, Jurang Mangu, dan Sima. Desa Penakir, khususnya kawasan Sawangan, menjadi lokasi terdampak paling parah. Di wilayah tersebut, sekitar 10 rumah warga mengalami kerusakan dan empat unit kendaraan terseret arus banjir.
Berdasarkan data sementara, tercatat sebanyak 380 jiwa terdampak akibat bencana ini. Dari jumlah tersebut, 119 orang terpaksa mengungsi dan ditempatkan di sejumlah lokasi pengungsian, antara lain Kantor Kecamatan Pulosari, Gedung NU, dan TK Pulosari. Selain itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia dan masih dalam proses identifikasi di Rumah Sakit Islam Pemalang, sementara dua korban lainnya mengalami luka berat dan telah mendapatkan penanganan medis.
Kerugian material akibat banjir bandang dan longsor cukup signifikan. Selain kerusakan pada rumah warga, satu fasilitas ibadah turut terdampak. Dua jembatan penghubung antar dusun di Desa Pulosari dilaporkan terputus, serta jembatan di Sungai Reas mengalami kerusakan yang mengganggu akses transportasi warga.
Sebagai bagian dari penanganan tanggap darurat, Kemensos melakukan asesmen dan pendataan korban, evakuasi warga ke lokasi aman, serta pendampingan korban di fasilitas kesehatan. Dapur umum juga didirikan di Kantor Kecamatan Pulosari untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi.
Kemensos turut mengirimkan bantuan logistik dari Gudang Induk Bekasi ke wilayah terdampak. Bantuan tersebut mencakup ribuan paket makanan siap saji dan lauk pauk, selimut, kasur, perlengkapan anak, family kit, tenda gulung, tenda serbaguna, serta perlengkapan penerangan darurat.
Meski kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut, potensi cuaca ekstrem masih menjadi perhatian. Hujan dengan intensitas sedang hingga deras masih terjadi di Kecamatan Pulosari, disertai kabut tebal dan angin kencang, sehingga kewaspadaan terus ditingkatkan.
Penanganan bencana ini melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk Kemensos, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Pemalang, BPBD, TNI-Polri, Tagana, PMI, pemerintah kecamatan, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Info Detak.co | Minggu, 25 Januari 2026 
