Kesaksian Sopir Ungkap Detik-Detik Terduga Pelaku Bawa Kardus Berisi Mayat di Bandung
Mayat terbungkus kardus ditemukan di kawasan Babakan Ciparay, Kota Bandung. (Gilang Fathu Romadhan)

BANDUNG - Kesaksian Tegar, seorang sopir jasa pengangkutan barang, menjadi salah satu petunjuk dalam pengungkapan kasus pembunuhan wanita berinisial S (41). Jasad korban ditemukan dalam sebuah kardus di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026).

Tegar mengaku semula tidak mengetahui barang yang diminta diangkutnya berkaitan dengan tindak kejahatan. Terduga pelaku berinisial SDS hanya mengatakan kardus tersebut berisi besi dan pakaian.

Kecurigaan Tegar mulai muncul ketika kendaraan yang dikemudikannya sudah berjalan. Ia mencium bau tidak biasa yang berasal dari bagian belakang kendaraan. Tegar kemudian kembali menanyakan isi kardus kepada SDS.

“Saya mulai kecium bau, saya curiga. Saya makin curiga, saya tanya, saya pastiin lagi bahwa barang ini apa dalamnya? Dia jawab, ‘Ini dalamnya besi sama baju,’” kata Tegar di Polrestabes Bandung, Selasa (1/9/2026).

Jawaban tersebut tidak membuat Tegar yakin. Ia kembali meminta SDS membuka kardus untuk memastikan isinya. Namun, permintaan tersebut langsung ditolak.

“Saya bilang, ‘Kalau emang itu, gimana kalau kita buka?’ Nah, dia bilang, ‘Jangan, jangan, jangan!’ Dia kayak menolak. Nah, di situ saya semakin curiga,” ujarnya.

Merasa khawatir, Tegar kemudian memutuskan menghentikan kendaraan. Saat itu kendaraan berada di kawasan Pasir Maja dengan kondisi lalu lintas cukup ramai. Ia menepikan kendaraan di depan sebuah toko wajan yang terdapat sejumlah orang.

Tegar kemudian meminta SDS menurunkan sendiri kardus tersebut. Ia memilih menjauh dan bergabung dengan orang-orang di sekitar lokasi karena merasa takut.

“Pokoknya, ‘Turunin, turunin! Sama kamu turunin sendiri, saya enggak mau ini!’ Saya langsung duduk sebelah orang-orang yang ada di sana, dia turunin sendiri,” tuturnya.

Menurut Tegar, SDS kemudian menurunkan kardus dari bak kendaraan dengan cara menggesernya hingga jatuh. Setelah itu, Tegar kembali masuk ke kendaraannya dan meninggalkan lokasi.

Tegar mengatakan dirinya tidak sempat mendapat ancaman dari SDS. Ia memilih segera menghentikan perjalanan sebelum situasi berkembang lebih jauh.

“Enggak ada (pengancaman). Karena pas sudah saya tanya-tanya, sudah sampai mentok, dia enggak jawabnya gitu terus, saya suruh buka enggak mau. Nah, sebelum ada ancaman itu saya buru-buru langsung ke pinggir,” katanya.

Setelah meninggalkan lokasi, Tegar tidak ingin mengambil risiko. Ia kemudian mencari bantuan dan melihat seorang petugas keamanan atau satpam di sekitar perjalanan.

Tegar langsung meminta satpam tersebut menghubungi polisi karena mencurigai kardus yang dibawa SDS berisi jasad manusia.

“Saya lihat ada satpam. Di situ saya minta tolong ke satpam buat teleponin polisi. ‘Pak, tolong, itu ada orang kayaknya bawa mayat,’ kata saya,” ungkapnya.

Tegar juga menunjukkan keberadaan SDS kepada satpam. Saat itu, terduga pelaku masih terlihat dari kejauhan dan disebut sempat memberikan gestur seolah membantah dugaan tersebut.

Setelah memberikan informasi, Tegar melanjutkan perjalanan. Ia mengaku turut menceritakan kejadian tersebut kepada sejumlah orang dan polisi yang ditemuinya.

Tegar juga mengungkapkan bahwa lokasi penemuan jasad di Babakan Ciparay bukan tujuan awal SDS. Menurut dia, SDS semula meminta diantar menuju kawasan Kopo.

“Dia pertamanya bilangnya mau ke Kopo. Ke Kopo yang banyak travel dia bilangnya,” ujar Tegar.

SDS kemudian ditangkap polisi pada Selasa (1/9/2026), beberapa jam setelah jasad korban ditemukan. Polisi menangkap SDS saat yang bersangkutan diduga hendak melarikan diri menuju Palembang.

SDS selanjutnya dibawa ke Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami motif pembunuhan serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan dalam kardus.