Kontrak Final, Pengiriman Minyak Rusia ke Indonesia Segera Dimulai dalam Dua Pekan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa proses administrasi dan kontrak impor minyak dari Rusia telah resmi disepakati.

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengonfirmasi bahwa proses administrasi dan kontrak impor minyak dari Rusia telah resmi disepakati. Saat ini, pemerintah fokus mematangkan aspek teknis dan logistik pengiriman. Bahlil memperkirakan pembahasan mengenai skema distribusi ini akan tuntas dalam satu hingga dua minggu ke depan, sehingga minyak Rusia dapat segera masuk ke Indonesia.

Mekanisme Harga dan Strategi Stok

Impor dalam volume besar ini—yang sebelumnya diproyeksikan mencapai 150 juta barel—ditujukan untuk mengamankan stok energi nasional hingga akhir tahun. Terkait harga, Bahlil menegaskan bahwa nilai transaksi akan bersifat dinamis, mengikuti fluktuasi harga pasar global namun tetap mengedepankan hasil negosiasi yang menguntungkan bagi kedua belah pihak.


Opsi Regulasi dan Jalur Logistik

Pemerintah sedang merumuskan payung hukum untuk menentukan lembaga pelaksana impor tersebut. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, mengungkapkan terdapat dua opsi skema yang sedang dikaji secara mendalam:

  1. Melalui BUMN: Penugasan langsung kepada perusahaan negara dengan pertimbangan konsekuensi komersial tertentu.

  2. Mekanisme Badan Layanan Umum (BLU): Opsi ini dipertimbangkan untuk memberikan kemudahan dalam tata cara pembiayaan dan fleksibilitas operasional.

Selain aspek kelembagaan, Kementerian ESDM bersama kementerian/lembaga terkait juga tengah memetakan jalur laut atau rute logistik yang paling aman dan efisien untuk pengiriman dari Rusia ke kilang-kilang di Indonesia. Kepastian regulasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat agar proses impor tidak terkendala masalah hukum maupun teknis di kemudian hari.