Korban Tewas Gempa NTT Bertambah Jadi 71 Orang, Gempa Susulan Capai 3.002 Kali
Pencarian korban gempa di NTT. (Foto: Risks.id)

JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dahsyat yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total korban tewas kini mencapai 71 orang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan satu korban tambahan tercatat di Kabupaten Nagekeo.

"Jumlah korban ada bertambah satu orang menjadi 71 (meninggal dunia), yaitu di Kabupaten Nagekeo," ujar Berton dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

BNPB menyampaikan duka cita mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam bencana tersebut. Pemerintah bersama kementerian dan lembaga terkait juga terus melakukan penanganan di wilayah terdampak serta lokasi pengungsian.

"Kami segenap pemerintah maupun kementerian/lembaga yang ada mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya keluarga kita yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian dan daerah terdampak di NTT," kata Berton.

Gempa Susulan Capai 3.002 Kali

Di tengah proses penanganan pascagempa, aktivitas gempa susulan masih terus terjadi di NTT. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 3.002 gempa susulan hingga Rabu (19/8) pukul 14.00.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengatakan gempa susulan yang tercatat memiliki magnitudo antara 1,1 hingga 6,2. Dari ribuan aktivitas tersebut, sebanyak 86 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.

Selain itu, BMKG mencatat terdapat 25 gempa susulan dengan magnitudo lebih dari 5.

Menurut Nelly, tingginya aktivitas gempa susulan merupakan bagian dari proses pelepasan energi setelah terjadinya gempa utama dengan kekuatan besar. Aktivitas tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

"Gempa susulan ini cukup banyak karena itu adalah bagian dari proses penyesuaian kerak bumi atau pelepasan energi sehingga mendapatkan keseimbangan yang baru setelah terjadinya gempa utama yang besar," jelas Nelly.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi serta arahan resmi dari pemerintah dan BMKG selama aktivitas gempa susulan masih berlangsung.