Lantik 116 Pengurus IKA UNAIR Sulawesi Selatan, Khofifah Dorong Peternakan dan Peluang Kerja Global

Alumni diharapkan menjadi penggerak kolaborasi lintas sektor, mengoptimalkan potensi ekonomi daerah, dan memperluas akses kerja internasional

MAKASSAR-Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA UNAIR) terus memperkuat peran strategis alumni dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat. Sebanyak 116 pengurus Wilayah IKA UNAIR Sulawesi Selatan periode 2025–2030 resmi dilantik dalam sebuah momentum konsolidasi organisasi yang diarahkan untuk memperluas kolaborasi, meningkatkan kontribusi sosial, serta mengoptimalkan potensi ekonomi daerah.

Pelantikan berlangsung di Makassar, Rabu (4/11/2026), dengan dihadiri Ketua Umum Pengurus Pusat IKA UNAIR Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., Sekretaris Jenderal PP IKA UNAIR Indra Nur Fauzi, S.E., M.Si., serta Ketua PW IKA UNAIR Sulawesi Selatan Prof. Dr. drg. Hj. Andi Marhamah, M.Kes., Sp.KGA.

Pelantikan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan jejaring alumni di Sulawesi Selatan, sekaligus mempertegas posisi IKA UNAIR sebagai organisasi yang tidak hanya menghimpun alumni, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi keilmuan, profesionalisme, dan pengabdian masyarakat.

Alumni sebagai Penggerak Kolaborasi

Kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa di PP IKA UNAIR periode 2025–2030 membawa semangat penguatan kolaborasi lintas sektor dan lintas wilayah. Alumni diharapkan mampu menghubungkan kompetensi akademik, pengalaman profesional, serta jejaring kelembagaan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks Sulawesi Selatan, penguatan organisasi alumni memiliki relevansi tersendiri. Daerah ini memiliki potensi ekonomi yang luas, mulai dari pertanian, peternakan, perdagangan, jasa, hingga pengembangan sumber daya manusia. Kekuatan jejaring alumni dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan potensi tersebut dengan kebutuhan investasi, teknologi, dan pasar.

Dengan demikian, kepengurusan baru diharapkan tidak berhenti pada aktivitas organisasi dan silaturahmi, tetapi mampu melahirkan program konkret yang berdampak terhadap pembangunan daerah.

Peternakan: Dari Potensi Produksi Menuju Pasar Global

Optimalisasi potensi peternakan dan perluasan peluang kerja internasional menjadi salah satu isu strategis yang relevan dengan arah pembangunan ekonomi Indonesia.

Jawa Timur memberikan gambaran nyata mengenai besarnya potensi tersebut. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong peningkatan kualitas peternakan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar global, termasuk peluang pemasaran komoditas sapi, kambing, dan domba ke Arab Saudi serta Malaysia. Khofifah sebelumnya juga menyampaikan kesiapan Jawa Timur untuk memasok kebutuhan daging ke pasar internasional dengan memenuhi persyaratan yang ditetapkan negara tujuan. (ANTARA, 3 Mei 2026).

Di Kabupaten Malang, pengembangan peternakan juga mulai diarahkan pada penguatan produksi, transfer teknologi, peningkatan kualitas, dan perluasan pasar ekspor. Penjajakan kerja sama dengan delegasi Timor Leste pada April 2026 memperlihatkan bahwa potensi peternakan daerah dapat dikembangkan melalui kolaborasi internasional. 

Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Peternakan tidak cukup hanya dipandang sebagai kegiatan produksi, tetapi perlu dikembangkan melalui pengolahan hasil, penguatan rantai pasok, akses pembiayaan, teknologi, dan pemasaran.

Pendekatan hilirisasi menjadi penting agar peningkatan produksi berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan peternak, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah. (ANTARA, 3 Mei 2026; Pemkab Malang, 14 April 2026).

Job Fair Jawa Timur: Jembatan Menuju Kesempatan Kerja

Semangat memperluas peluang kerja internasional tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan momentum Job Fair Inklusif Jawa Timur 2026 yang baru saja berlangsung di Surabaya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta IKA UNAIR menghadirkan Job Fair Inklusif 2026 dengan 4.807 lowongan kerja dan magang dari 102 perusahaan, mencakup 718 jabatan. Kegiatan berlangsung secara luring di Grand City Surabaya pada 29–30 Oktober dan dilanjutkan secara daring pada 31 Oktober hingga 6 November 2026.

Dari keseluruhan peluang tersebut, tersedia 610 posisi pekerjaan luar negeri, sementara 11 perusahaan membuka sekitar 166 kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. Job fair ini juga menyediakan 70 posisi magang dari sejumlah perusahaan.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pengembangan jejaring alumni dan kolaborasi dengan dunia usaha dapat menjadi salah satu jalan memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan, termasuk kesempatan berkarier di luar negeri. (ANTARA, 29 Oktober 2026).

Namun, peluang kerja internasional tidak cukup hanya dibuka melalui informasi lowongan. Kesiapan kompetensi, keterampilan teknis, penguasaan bahasa, sertifikasi, dan kesesuaian dengan kebutuhan pemberi kerja menjadi faktor penting agar calon pekerja mampu bersaing di pasar global.

Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia pada Oktober 2026 juga menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan pasar kerja luar negeri dan penyiapan kompetensi yang sesuai. Kebutuhan internasional mencakup beragam sektor, termasuk pertanian dan peternakan. (KP2MI, 21 Oktober 2026).

Menghubungkan Alumni, Peternakan, dan Ketenagakerjaan

Pelantikan 116 pengurus PW IKA UNAIR Sulawesi Selatan membuka ruang bagi pengembangan agenda kolaboratif yang lebih luas. Alumni dapat berperan sebagai penghubung antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, komunitas peternak, lembaga pelatihan, dan pasar kerja.

Pengembangan sektor peternakan, misalnya, dapat diarahkan melalui pendampingan manajemen usaha, peningkatan kualitas produksi, penguatan koperasi, pengembangan teknologi, hingga perluasan akses pasar. Sementara itu, jejaring alumni di dalam dan luar negeri dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang kemitraan, investasi, transfer pengetahuan, dan informasi kebutuhan tenaga kerja.

Keterhubungan antara potensi ekonomi daerah dan pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci agar pertumbuhan tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan Organisasi, Perluasan Kontribusi

Pelantikan pengurus baru juga menjadi pengingat bahwa organisasi alumni memiliki tanggung jawab sosial yang melampaui kepentingan internal. Soliditas organisasi, kesinambungan program, dan kemampuan membangun kolaborasi menjadi fondasi bagi kontribusi yang lebih luas.

Dengan kepengurusan periode 2025–2030, PW IKA UNAIR Sulawesi Selatan diharapkan mampu memperkuat hubungan alumni dengan almamater, memperluas jejaring profesional, serta menghadirkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Momentum di Makassar ini sekaligus menyambungkan semangat konsolidasi alumni dengan agenda pembangunan yang lebih besar: mengoptimalkan potensi peternakan, memperkuat ekonomi daerah, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, dan membuka jalan menuju kesempatan kerja internasional.

Alumni bukan sekadar bagian dari sejarah almamater. Mereka adalah kekuatan masa kini yang dapat menghubungkan ilmu, pengalaman, dan jejaring menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. []