
Longsor yang membentuk lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah terus mengalami perluasan dan menimbulkan ancaman serius terhadap infrastruktur kelistrikan.
ACEH TENGAH – Longsor yang membentuk lubang raksasa di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah terus mengalami perluasan dan menimbulkan ancaman serius terhadap infrastruktur kelistrikan. Salah satu tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN berada tidak jauh dari area longsoran dan berpotensi terdampak jika pergerakan tanah terus berlanjut.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Aceh, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa PLN telah mengambil langkah cepat dengan melakukan pemasangan tower darurat pada jalur SUTT 150 kV Bireuen–Takengon Line #2. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko terhadap dampak longsor yang semakin hari semakin meluas.
PLN juga memutuskan untuk merelokasi Tower SUTT nomor 76 sejauh kurang lebih 150 meter dari posisi semula ke area yang dinilai lebih aman dan menjauh dari lubang longsor. Relokasi tersebut dilakukan guna menjaga keandalan sistem kelistrikan dan mencegah gangguan yang lebih besar apabila longsoran semakin mendekati jaringan listrik utama.
Selama proses pekerjaan berlangsung, PLN akan menerapkan manajemen beban di wilayah Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah. Akibatnya, pemadaman listrik direncanakan terjadi pada Sabtu, 31 Januari, atau Minggu, 1 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB. Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah yang berpotensi terdampak bencana.
Sementara itu, longsoran yang membentuk lubang raksasa tersebut telah memutus akses jalan lintas Simpang Balik di Kabupaten Bener Meriah menuju Blang Mancung di Aceh Tengah. Berdasarkan keterangan BPBD Aceh Tengah, lubang tersebut bukan terbentuk secara tiba-tiba seperti sinkhole klasik, melainkan akibat pergerakan tanah yang berlangsung perlahan dan terus-menerus selama bertahun-tahun.
Data dari Dinas ESDM Aceh menunjukkan bahwa pergerakan tanah di lokasi telah terdeteksi sejak awal 2000-an dan terus meningkat secara bertahap. Luasan longsoran saat ini diperkirakan telah mencapai sekitar 27.000 meter persegi dan dikategorikan sebagai zona dengan tingkat kerawanan pergerakan tanah yang tinggi, sehingga membutuhkan penanganan segera secara struktural maupun nonstruktural.
Info Detak.co | Sabtu, 31 Januari 2026 
