
Seorang mahasiswa bernama Dony (25) meninggal dunia di atas Kapal Pelni KM Gunung Dempo rute Kabupaten Sarmi�Jayapura, Papua.
JAYAPURA – Seorang mahasiswa bernama Dony (25) meninggal dunia di atas Kapal Pelni KM Gunung Dempo rute Kabupaten Sarmi–Jayapura, Papua. Korban tewas setelah menjadi korban perkelahian antarsesama penumpang yang diduga dipicu pengaruh minuman keras.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Dony menumpangi KM Gunung Dempo dari Pelabuhan Sarmi menuju Jayapura pada Senin (26/1/2026). Insiden perkelahian pecah di Deck 7 bagian luar kapal pada Selasa (27/1) malam.
“Korban diketahui bernama Dony seorang mahasiswa, dinyatakan meninggal dunia setelah alami peristiwa perkelahian sesama penumpang di Deck 7 bagian luar kapal,” ujar Kasat Reskrim Polresta Jayapura, Kompol I Dewa Gede Ditya, kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).
Ia menyebutkan, perkelahian tersebut diduga dipicu oleh penumpang yang berada dalam pengaruh minuman keras. “(Perkelahian) diduga dipicu para pelaku dalam pengaruh minuman keras,” lanjutnya.
Usai insiden, korban sempat diperiksa oleh petugas medis kapal. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia saat kapal masih dalam pelayaran.
“Korban Dony setelah diperiksa oleh petugas medis kapal sudah meninggal. Jadi sudah meninggal di atas kapal saat perjalanan,” jelas Dewa.
Mengetahui kejadian tersebut, keluarga korban langsung mendatangi Pelabuhan Jayapura dan melakukan protes saat kapal sandar. Aparat kepolisian dari Polresta Jayapura Kota dan Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Jayapura diterjunkan untuk mengamankan situasi.
“Situasi di pelabuhan sempat memanas saat kapal sandar. Saat itu keluarga korban yang berjumlah sekitar 50 orang berupaya naik ke atas kapal dan terjadi aksi saling dorong,” katanya.
Menurut Dewa, kondisi tersebut berhasil dikendalikan tanpa eskalasi lanjutan. “Kondisi ini berhasil dikendalikan tanpa eskalasi lebih lanjut. Kita menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan mengedepankan rasa kemanusiaan,” ujarnya.
Polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku berinisial RW (20), DK (23), dan SW (18). Namun, ketiganya masih menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura.
“Nanti akan ada rilis lebih lanjut, sementara kami fokus proses penyidikan dahulu agar perkara dapat dibuat terang. Ketiga terduga pelaku sudah diambil keterangan sebagai saksi,” kata Dewa.
Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota KBP Fredrickus Maclarimboen memastikan proses hukum akan berjalan secara adil dan tegas. Ia menegaskan pihaknya tidak mentolerir segala bentuk kekerasan.
“Kami menegaskan bahwa Polresta Jayapura Kota tidak mentolerir segala bentuk kekerasan, terlebih yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” ujarnya.
Fredrickus juga mengimbau masyarakat dan keluarga korban agar tetap tenang serta tidak terprovokasi informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Percayakan proses hukum kepada Polri, kami akan menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab sampai tuntas,” tutupnya.
Info Detak.co | Minggu, 01 Februari 2026 
