Menkeu Akui Korupsi Berulang di Pajak, Tegaskan Rotasi Pegawai hingga Pimpinan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kasus korupsi yang kembali menyeret pejabat pajak, kali ini melibatkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono.

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti kasus korupsi yang kembali menyeret pejabat pajak, kali ini melibatkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono. Ia menilai kasus tersebut bukan kejadian tunggal, melainkan pola berulang yang menunjukkan masih lemahnya integritas sebagian aparatur di lingkungan Kementerian Keuangan.

Purbaya menyebut rangkaian penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di instansi pajak dan bea cukai dalam beberapa hari terakhir menjadi bukti bahwa masih ada pegawai yang tidak menjalankan tugas secara jujur dan profesional. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan keras bagi seluruh jajaran Kemenkeu.

Ia secara terbuka mengakui bahwa kementerian yang dipimpinnya belum sepenuhnya bersih dari praktik penyalahgunaan wewenang, termasuk korupsi dan suap. Karena itu, ia meminta seluruh pegawai, terutama yang bertugas di sektor perpajakan dan kepabeanan, untuk lebih waspada dan menjaga integritas dalam menjalankan tugas.

Purbaya juga menyinggung berbagai temuan dalam kasus tersebut, mulai dari dugaan penerimaan uang, keberadaan rumah aman, hingga penyitaan uang dan emas. Hal itu, menurutnya, menunjukkan bahwa upaya pembersihan internal masih harus terus diperkuat karena praktik penyelewengan belum sepenuhnya terhapus.

Dalam rangka memperbaiki citra dan kinerja institusi, ia menegaskan akan terus melakukan rotasi pegawai apabila kasus serupa kembali terjadi. Langkah tersebut tidak hanya menyasar pelaku langsung, tetapi juga pimpinan di atasnya, meskipun tidak terbukti terlibat secara langsung.

Ia menekankan bahwa pengawasan terhadap bawahan menjadi tanggung jawab mutlak pimpinan. Jika pelanggaran sudah menjangkau level satu tingkat di bawah atasan, maka pergantian pejabat akan dilakukan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Menurut Purbaya, alasan tidak mengetahui pelanggaran di unit kerja masing-masing tidak lagi dapat diterima. Ia menegaskan bahwa pimpinan harus aktif mengawasi, karena pada akhirnya dampak kasus korupsi akan merembet hingga ke jajaran tertinggi, termasuk dirinya sebagai Menteri Keuangan.

Ia berharap rotasi dan pengawasan ketat tersebut dapat membawa perubahan nyata. Purbaya menargetkan dalam kurun waktu satu tahun ke depan, khususnya hingga akhir Desember, akan terlihat perbaikan signifikan dalam tata kelola, integritas, serta kepercayaan publik terhadap Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai.