
Organisasi sayap Gerakan Rakyat, Muda Bergerak resmi memulai program “Muda Mengajar” di Sekolah Alternatif Anak Jalanan (SAAJA) selama enam bulan, terhitung sejak Oktober 2026 hingga April 2027.
Hal tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepakatan kegiatan mengajar antara Muda Bergerak dan pihak pengelola SAAJA, pada Sabtu (17/10/2026).
Ketua Umum Muda Bergerak Fajar Fathurahman, mengungkapkan bahwa program Muda Mengajar dihadirkan sebagai langkah nyata para pemuda dalam mendukung pendidikan anak-anak serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Mengusung tema ‘Menyalakan Asa, Mewujudkan Cita’, aksi sosial dan edukasi ini menjadi bukti peran aktif Muda Bergerak dalam mencerdaskan generasi masa depan,” ujar Fajar.
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid mengapresiasi dan mendukung penuh inisiatif Muda Bergerak mengadakan program “Muda Mengajar”.
“Gerakan rakyat sebagai induk dari sayap organisasi Muda Bergerak tentunya senang sekali atas inisiatif yang dibangun oleh Muda Bergerak,” ucap Sahrin.
Ia pun menyampaikan pandangannya terkait peran strategis pendidikan dengan mengutip pernyataan Tokoh Inspiratif Gerakan Rakyat, Anies Baswedan.
“Karena memang pendidikan ini sangat-sangat penting bagi kita semua. Kalau Pak Anies sering bilang pendidikan itu adalah eskalator sosial,” tuturnya.
“Apa itu eskalator sosial? Artinya bahwa bila kita bisa menyelesaikan semua tahapan pendidikan, maka In Syaa Allah ada perubahan pada hidup kita,” lanjut Sahrin menjelaskan.
Sahrin juga memastikan komitmen politik Gerakan Rakyat ke depan mengenai akses pendidikan gratis, serta pentingnya konsistensi pelaksanaan program mengajar berkelanjutan.
“Maka In Syaa Allah Gerakan Rakyat ini akan menjadi partai politik. Dan kalau Gerakan Rakyat ini menang, punya presiden, punya parlemen, maka In Syaa Allah Gerakan Rakyat akan membuat pendidikan gratis dari tingkat bawah sampai dengan tingkat sarjana untuk semua,” tutupnya.
Info Detak.co | Rabu, 21 Oktober 2026 
