Pancatera Tuai Kritik Usai Foto Hadiri Upacara di Istana, Begini Kronologinya
Foto: ist

JAKARTA - Pancatera, kelompok yang beranggotakan empat penyiar perempuan, menjadi perhatian publik setelah sejumlah personelnya menghadiri perayaan Hari Kemerdekaan di Istana Merdeka pada 17 Agustus 2026. Kehadiran mereka memicu perdebatan di media sosial terkait konsistensi nilai yang selama ini dibawa Pancatera melalui program In Her View.

Polemik bermula ketika foto para pembawa acara In Her View saat menghadiri perayaan kemerdekaan di Istana Merdeka beredar di media sosial. Dalam foto tersebut, mereka terlihat mengikuti acara dan berpose bersama.

Unggahan itu kemudian mendapat beragam respons dari warganet. Sebagian mempertanyakan keputusan para personel Pancatera hadir dalam acara tersebut karena dinilai tidak sejalan dengan citra dan narasi pemberdayaan perempuan Indonesia yang selama ini mereka sampaikan.

Sejumlah warganet menilai kehadiran personel Pancatera di Istana bukan sekadar persoalan menghadiri sebuah acara, tetapi juga berkaitan dengan nilai, identitas, serta keberpihakan yang selama ini melekat pada platform tersebut.

Salah satu pengguna Threads menyoroti adanya kesenjangan antara citra yang dibangun Pancatera dengan kondisi yang dihadapi sebagian perempuan Indonesia. Ia mempertanyakan anggapan bahwa figur-figur Pancatera dapat secara otomatis merepresentasikan suara seluruh perempuan di Indonesia.

Pengguna lain menilai keputusan untuk hadir dalam acara tersebut merupakan pilihan yang dibuat secara sadar sehingga dianggap perlu dipertanggungjawabkan kepada publik.

Namun, kritik tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Sebagian warganet justru mengingatkan bahwa perbedaan pandangan politik tidak semestinya menghalangi seseorang untuk berkomunikasi, berteman, atau bekerja sama.

Menurut pandangan tersebut, perbedaan sikap politik tetap dapat berjalan beriringan dengan hubungan profesional maupun personal. Dialog dan akses kepada berbagai pihak juga dinilai penting untuk menghasilkan keputusan yang lebih menyeluruh.

Setelah polemik berkembang luas, Pancatera akhirnya memberikan tanggapan melalui akun media sosialnya. Mereka menyampaikan permintaan maaf kepada komunitas ViewHers dan masyarakat atas keputusan yang memicu kekecewaan serta pertanyaan.

"Kami minta maaf atas tindakan kami yang keliru," tulis Pancatera dalam pernyataannya, dikutip Rabu (19/8/2026).

Pancatera mengatakan telah mendengar berbagai kritik yang disampaikan publik dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi. Mereka menyadari bahwa sebagai pihak yang memiliki ruang publik, setiap keputusan yang diambil perlu dipertimbangkan secara matang.

"Kami menerimanya sebagai koreksi dan pengingat bahwa sebagai orang-orang yang memiliki ruang publik, kami memiliki tanggung jawab untuk mempertimbangkan dengan lebih matang setiap keputusan yang kami ambil," demikian pernyataan Pancatera.

Dalam penjelasannya, Pancatera menegaskan bahwa In Her View dan Pancatera beroperasi secara independen serta didanai secara mandiri. Mereka juga menyatakan tidak memiliki afiliasi dengan pemerintah ataupun lembaga politik mana pun.

Pancatera menegaskan independensi tetap menjadi salah satu prinsip yang mereka pegang dalam menjalankan platform tersebut.

Mereka juga mengakui masih terdapat berbagai persoalan dalam pemerintahan yang berdampak terhadap masyarakat. Kondisi tersebut, menurut Pancatera, menjadi pengingat agar berbagai kesulitan dan ketidakpastian yang dialami masyarakat tidak luput dari perhatian.

"Kami mengakui jalannya pemerintahan selama ini masih jauh dari sempurna. Masih banyak saudara-saudara kita yang menghadapi kesulitan, ketidakpastian, dan berbagai persoalan yang tidak boleh luput dari perhatian kita bersama," tulis mereka.

Pancatera kemudian menyatakan akan menjadikan polemik tersebut sebagai pembelajaran untuk menjalankan platform mereka dengan lebih hati-hati dan bertanggung jawab.

"Kami belajar dari kesalahan ini dan berkomitmen untuk menggunakan platform kami dengan kesadaran dan penuh tanggung jawab," tutup Pancatera.