
Presiden Prabowo Subianto memanggil pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam rapat koordinasi terbatas di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil pimpinan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam rapat koordinasi terbatas di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pertemuan ini difokuskan untuk membahas dinamika situasi nasional serta langkah strategis penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik di Pulau Sumatera dan Kalimantan.
Jajaran pejabat tinggi yang hadir dalam pertemuan tersebut antara lain:
-
Pemerintahan & Kabinet: Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mensesneg Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
-
TNI: Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kabaloghan Marsdya TNI Yusuf Jauhari, serta Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto.
-
Polri: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, Kapolda Metro Jaya Komjen Asep Edi Suheri, serta Kabaintelkam Komjen Yuda Gustawan.
Fokus Pembahasan: Kontrol Situasi dan Sinergi Mitigasi Karhutla
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan bahwa dalam rapat ini Presiden Prabowo menerima laporan komprehensif mengenai kondisi riil di lapangan serta evaluasi atas tindakan pengendalian titik api yang tengah berjalan.
"Dalam pertemuan tersebut, Presiden menerima laporan mengenai perkembangan kondisi di lapangan, termasuk langkah penanganan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan," terang Teddy dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
Pemerintah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi agar penanggulangan karhutla di wilayah terdampak dapat berjalan secara cepat, terpadu, dan terukur guna mengantisipasi penyebaran titik panas (hotspot) yang lebih luas.
Info Detak.co | Senin, 05 Oktober 2026 
