
�Kawasan Parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi di TMII, Jakarta Timur, mulai dipadati oleh ratusan bus yang akan mengangkut ribuan warga perantauan asal Jawa Tengah dalam program Mudik Gratis 2026.
JAKARTA - Kawasan Parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi di TMII, Jakarta Timur, mulai dipadati oleh ratusan bus yang akan mengangkut ribuan warga perantauan asal Jawa Tengah dalam program Mudik Gratis 2026. Sebanyak 325 armada bus telah disiapkan dan dipastikan telah lolos uji kelaikan (ramp check) oleh Dinas Perhubungan demi menjamin keselamatan penumpang.
Detail Armada dan Kepesertaan: Program tahun ini menunjukkan peningkatan partisipasi dibandingkan tahun sebelumnya (dari 289 menjadi 325 bus). Ratusan bus tersebut berasal dari kolaborasi berbagai pihak, di antaranya:
-
Pemerintah: Pemprov Jateng (70 unit) dan Pemkab/Pemkot se-Jateng (175 unit).
-
BUMN/Swasta: Bank Jateng (53 unit), Jasa Raharja (17 unit), Semen Gresik (8 unit), serta bantuan dari Perumnas dan Tirta Investama.
Tercatat ada 16.186 orang yang terdaftar sebagai pemudik, dengan mayoritas profesi sebagai pengemudi ojek online, asisten rumah tangga, dan buruh. Kota tujuan terbanyak meliputi Wonogiri, Surakarta, Grobogan, dan Banjarnegara. Tingginya minat masyarakat terlihat dari kuota pendaftaran daring yang ludes hanya dalam waktu 25 menit.
Agenda Keberangkatan:
-
Dari Jakarta (TMII): Akan dilepas oleh Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, pada Senin, 16 Maret 2026, pukul 09.00 WIB.
-
Dari Bandung: Tersedia 23 bus (kapasitas 1.133 orang) yang akan dilepas oleh Wagub Taj Yasin Maimoen pada Senin, 16 Maret 2026, pukul 12.00 WIB.
-
Moda Kereta Api: Akan diberangkatkan pada 17 Maret 2026 dari Stasiun Pasar Senen menuju Solo Balapan (KA Jaka Tingkir) dan Semarang Poncol (KA Tawang Jaya) dengan total 1.288 kursi.
Pesan Pemerintah dan Kesiapan Kru: Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan bahwa program ini adalah bentuk pengabdian dan perhatian pemerintah terhadap warga Jateng di perantauan, terutama pekerja sektor informal. Ia juga menginstruksikan para Bupati dan Wali Kota untuk turun langsung menyapa warganya saat proses penjemputan.
Di sisi lain, para pengemudi bus memastikan kesiapan fisik dan kendaraan telah optimal. Setiap bus akan diawasi oleh dua kru dan satu sopir cadangan, serta telah melalui pemeriksaan kesehatan berkala untuk memastikan perjalanan mudik berjalan lancar dan aman hingga sampai ke kampung halaman.
Info Detak.co | Senin, 16 Maret 2026 
