
Kabar duka datang dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Seorang pria asal daerah tersebut bernama Rendi (30) dilaporkan meninggal dunia saat berada di Rusia.
NATUNA - Kabar duka datang dari Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Seorang pria asal daerah tersebut bernama Rendi (30) dilaporkan meninggal dunia saat berada di Rusia.
Rendi diduga bergabung sebagai tentara bayaran yang bekerja di bidang logistik militer Rusia dalam konflik dengan Ukraina. Informasi mengenai kematiannya telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga.
Orang tua Rendi, Rustamal dan Eniyanti, mengatakan mereka memperoleh kabar bahwa putranya meninggal pada 20 September 2026.
Menurut Rustamal, informasi tersebut disampaikan oleh rekan Rendi yang juga berada di Rusia. Ia menyebut putranya menjadi korban serangan pesawat nirawak atau drone.
"Iya, kan ada informasinya itu Rusia diserang drone dari Ukraina sewaktu Rusia mengadakan pemilu, di situlah terjadinya serangan drone itu. Di situ anak saya tidak bisa menghindar lagi, karena banyaknya drone," ujar Rustamal saat dikonfirmasi, Senin (28/9).
Rustamal mengatakan Rendi telah berada di Rusia sekitar lima bulan. Menurut dia, putranya direkrut secara tidak resmi melalui seorang agen untuk bekerja sebagai tenaga logistik militer.
Sebelum berangkat ke Rusia, Rendi diketahui bekerja sebagai teknisi listrik di Filipina.
Rustamal mengaku terkejut ketika putranya tiba-tiba memberi tahu keluarga bahwa dirinya sudah berada di Rusia dan bekerja sebagai tentara bayaran di bagian logistik.
Keluarga sempat mengingatkan Rendi mengenai kondisi Rusia yang tengah dilanda konflik bersenjata dengan Ukraina.
"Saya bilang, 'Kenapalah di sana. Di sana kan lagi perang'. 'Mudah-mudahan lah Pak aman, doa aja Pak'," kata Rustamal menirukan percakapannya dengan Rendi.
Setelah menerima kabar kematian tersebut, keluarga berharap jenazah Rendi dapat dipulangkan ke Natuna untuk dimakamkan di kampung halaman.
Rustamal mengaku telah berkomunikasi dengan rekan putranya di Rusia untuk menanyakan kemungkinan proses pemulangan jenazah.
Namun, menurut keterangan yang diterimanya, proses evakuasi jenazah terkendala kondisi perang yang masih berlangsung di lokasi.
Rustamal menyebut rekannya mendapat informasi bahwa situasi di wilayah tersebut masih berbahaya dan sejumlah jenazah bahkan belum berhasil dievakuasi.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Natuna mengaku belum memperoleh informasi lengkap mengenai kabar meninggalnya Rendi.
Bupati Natuna Cen Sui Lan mengatakan dirinya belum mendapat perkembangan terbaru terkait kabar tersebut.
"Belum update," ujar Cen saat dikonfirmasi, Senin (28/9).
Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanarko Varianto juga mengaku belum dapat memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial.
Ia mengatakan pihaknya masih perlu melakukan pengecekan kepada pihak terkait, termasuk unsur TNI, untuk memastikan kabar tersebut.
"Baru tahu pula, kroscek yang buat ini. Mau ditanya ke intel TNI dulu," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, informasi mengenai status Rendi sebagai tentara bayaran Rusia serta detail penyebab dan lokasi kematiannya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang
Info Detak.co | Rabu, 30 September 2026 
