Pengamanan Diperketat, Ratusan Aparat TNI-Polri Berjaga di Tambak Menteng
Aparat kepolisian berpakaian lengkap masih bersiaga pada Senin (27/7/2026) pagi di kawasan Jalan Tambak, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, tempat terjadinya bentrokan dua kelompok warga yang menewaskan seorang pria berinisial K (23). (Ridho Danu Prasety

JAKARTA - Sebanyak 200 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk menjaga situasi keamanan di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, setelah terjadi bentrokan antarkelompok warga yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Kepolisian menyebut pengerahan personel dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi bentrokan susulan serta memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap kondusif.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan personel gabungan masih disiagakan di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan.

"Masih ada personel di lokasi bentrokan untuk mengantisipasi," ujar Erlyn saat dikonfirmasi, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, personel yang diterjunkan berasal dari unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, Polsek Menteng, serta jajaran TNI.

"Sekitar 200 personel gabungan TNI, personel Polda, Polres Jakpus, dan Polsek Menteng," katanya.

Sebelumnya, bentrokan terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, pada Minggu (26/7). Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang pria berinisial K meninggal dunia.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan, kejadian bermula ketika dua pemuda melintas menggunakan sepeda motor dan membuat suara bising dari kendaraan mereka. Warga sekitar kemudian menegur karena merasa terganggu.

Namun, menurut Reynold, teguran tersebut berujung pada perselisihan. Kedua pemuda tersebut kemudian kembali ke lokasi bersama sejumlah orang lainnya dan terjadi keributan yang melibatkan warga setempat.

"Kemudian mereka kembali bersama lima orang lainnya dan terjadi keributan, termasuk adanya dugaan perusakan terhadap beberapa UMKM serta tindakan kekerasan terhadap warga," ujar Reynold.

Situasi kemudian berkembang hingga terjadi aksi saling lempar batu antara kedua pihak. Bentrokan berlanjut hingga ke area lahan kosong yang diduga menjadi lokasi tempat tinggal kelompok pemuda tersebut.

Polisi memastikan proses penegakan hukum dilakukan terhadap pihak-pihak yang terlibat untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian secara objektif.

Dalam penanganan perkara tersebut, polisi telah mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 15 orang telah diperiksa untuk mendalami kronologi dan peran masing-masing pihak dalam bentrokan tersebut.

Kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengungkap secara menyeluruh penyebab dan rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi bentrokan di kawasan Menteng tersebut.