Peringati Maulid Nabi Muhammad, Sahrin Hamid Tekankan Empat Sifat Kepemimpinan Rasulullah

Gerakan Rakyat menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengusung tema pembahasan “Keteladanan, Kepemimpinan dan Keberpihakan terhadap yang Lemah” di Kantor Sekretariat DPP, Ampera, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Agenda tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat dan simpatisan, serta mengundang secara khusus penceramah Ustaz Jamaludin F. Hasyim, selaku pengasuh Pondok Pesantren Ma’had Aly Al-Aqidah Al-Hasyimiyyah.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid menekankan pentingnya mengambil intisari ajaran Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan pergerakan partai, khususnya terkait keberpihakan kepada rakyat kecil.

“Hari ini kita akan membahas sebuah tema penting dalam rangka memperingati maulid Nabi. Kita tidak memperingati maulidnya, tapi yang kita peringati adalah apa yang dibawa oleh Rasulullah SAW,” ujar Sahrin.

Sahrin memaparkan empat sifat utama Nabi Muhammad SAW terkait hal kepemimpinan, di antaranya Siddiq (jujur), Amanah (dapat dipercaya), Tabligh (menyampaikan atau komunikator yang baik), dan Fathonah (intelektualitas atau kecerdasan).

“Ini yang paling penting dari misi Rasulullah yaitu berjuang untuk kaum dhuafa, kaum mustadh’afin. Yang miskin secara kultural maupun miskin secara struktural. Yang tidak berdaya karena kultural maupun tidak berdaya secara struktural,” jelasnya.

Sementara itu, Jamaludin dalam tausiahnya menyoroti sosok Rasulullah SAW sebagai figur pergerakan guna melakukan perombakan tatanan sosial dan menegakkan keadilan.

“Rasulullah adalah figur gerakan. Rasulullah itu orang gerakan. Rasulullah itu selalu bergerak. Bukan orang yang mager. Rasulullah selalu bergerak. Dan kehidupan beliau khususnya 23 tahun terakhir setelah diangkat menjadi Rasul sampai wafat adalah semuanya berisi gerakan,” tutur Jamaludin.

Lebih lanjut, Jamaludin menjelaskan empat fondasi gerakan dari Nabi Muhammad SAW, yakni diawali gerakan tauhid sebagai basis iman, tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa), akhlakul karimah (akhlak terpuji), hingga gerakan peradaban dalam merombak sistem ekonomi dan sosial.

“Ketika Rasulullah hadir mendapatkan wahyu di Kota Makkah, surat-surat, ayat-ayat yang pertama turun kepada Rasulullah, selain ayat-ayat soal akidah tadi, ini adalah ayat-ayat tentang pendobrakan sistem sosial, ekonomi yang zalim,” ungkapnya.

Acara peringatan Maulid Nabi ini pun ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran langkah Partai Gerakan Rakyat ke depan serta keberkahan bagi seluruh pengurus dan rakyat Indonesia.