
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memastikan kondisi jalan Tambak Menteng dan Matraman sudah kondusif. (Arsip Humas Polda Metro)
JAKARTA - Polisi memastikan kondisi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, hingga Matraman, Jakarta Pusat, telah kembali kondusif setelah terjadi bentrokan antar kelompok pada Minggu (26/7).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan situasi terkini di lokasi sudah aman dan terkendali. Aktivitas warga, termasuk kegiatan ekonomi para pedagang dan pelaku UMKM di sekitar kawasan tersebut, juga telah berjalan normal.
"Kita sama-sama melihat juga di lokasi ini kegiatan UMKM sudah berjalan dengan normal, aktivitas masyarakat berjalan dengan normal. Masih tetap dilakukan pengamanan dari pihak Polda Metro Jaya termasuk dari Kodam Jaya," kata Budi kepada wartawan, Senin (27/7).
Meski situasi telah membaik, kepolisian masih menempatkan personel gabungan TNI-Polri di sejumlah titik untuk melakukan pengamanan dan mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan.
Sebanyak 188 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan patroli, pengaturan akses, pendekatan persuasif, serta langkah negosiasi guna menjaga situasi tetap aman.
Budi menyebut personel pengamanan akan ditarik secara bertahap apabila kondisi benar-benar stabil dan dapat dikendalikan sepenuhnya.
"Ini masih kita lihat situasi terkini. Apabila memang situasi ini sudah dapat benar-benar dikendalikan, pasti personel juga akan mulai kita tarik, kita kendorkan," ujarnya.
Ia menambahkan, kepolisian tetap menyiapkan langkah antisipasi lain untuk memastikan masyarakat merasa aman dan tidak terjadi gangguan lanjutan.
Selain itu, Budi mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi provokatif maupun kabar yang belum terverifikasi. Menurutnya, penyampaian informasi yang bijak diperlukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
"Kita sama-sama mengajak warga masyarakat untuk memberikan informasi ini tidak sifatnya provokatif, tidak sifatnya menyesatkan. Dalam situasi seperti ini kita sama-sama mengembalikan situasi itu dalam situasi aman dan kondusif," tutur Budi.
Sebelumnya, bentrokan terjadi di Jalan Tambak, Menteng, pada Minggu (26/7). Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang berinisial K meninggal dunia dan satu orang lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan penyelidikan sementara, kejadian bermula saat seorang pengendara sepeda motor ditegur karena menggeber kendaraannya. Pengendara tersebut kemudian diduga kembali bersama sejumlah orang hingga terjadi perselisihan yang berujung pada dugaan perusakan gerobak milik warga di wilayah Matraman.
Dalam perkara dugaan perusakan, Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah saksi dan menetapkan empat orang sebagai tersangka, yakni GNA, AJL, FAM, dan ELL. Keempat tersangka telah diamankan untuk menjalani proses hukum.
Sementara itu, dalam perkara dugaan pengeroyokan, polisi menetapkan tiga tersangka berinisial SK, AS, dan OR. Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan keterangan saksi, rekaman kamera pengawas, serta alat bukti lain yang ditemukan.
Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu gerobak nasi uduk, satu DVR CCTV, dua sepeda motor, serta pakaian yang diduga digunakan saat kejadian.
Kepolisian memastikan penanganan kedua perkara dilakukan secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti. Setiap pihak yang terbukti melakukan tindak pidana akan diproses sesuai peran dan ketentuan hukum yang berlaku.
Info Detak.co | Senin, 27 Juli 2026 
