
Presiden RI Prabowo Subianto
JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan dirinya menghormati para pakar dan kalangan akademisi. Prabowo menyebut pernyataannya dalam sejumlah kesempatan terkadang dipelintir sehingga muncul narasi seolah-olah dirinya tidak menghargai keilmuan para ahli.
Hal itu disampaikan Prabowo saat berdiskusi dengan 22 pakar mengenai pengelolaan lahan gambut dan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9).
Prabowo meminta para pakar tidak salah memahami pernyataannya. Menurut dia, cara penyampaian dalam sebuah forum terkadang dapat dipotong atau dipelintir ketika kembali disampaikan kepada publik.
“Jadi saudara-saudara jangan salah ya menerima, karena kadang-kadang saya kalau bicara di audiens suka dipelintir, dibilang seolah saya tidak hormati pakar,” kata Prabowo dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden, Jumat (25/9).
Prabowo mengatakan dirinya memiliki penghormatan terhadap keilmuan yang dimiliki seorang pakar. Ia menyebut kebiasaan meminta pandangan ahli telah dilakukannya sejak masih menjadi perwira.
Menurut Prabowo, masukan dari para ahli diperlukan untuk memahami persoalan berdasarkan keilmuan dan penelitian. Dalam pertemuan di Istana Merdeka tersebut, ia pun meminta para pakar memberikan pandangan mengenai kondisi serta pengelolaan lahan gambut di Indonesia.
Pertemuan itu secara khusus membahas langkah pemerintah dalam mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan, terutama yang berkaitan dengan ekosistem gambut.
Hasil pertemuan dengan 22 pakar tersebut kemudian ditindaklanjuti pemerintah melalui rencana pembentukan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pembentukan badan tersebut merupakan keputusan Prabowo setelah mendengarkan masukan dari para pakar.
“Pak Presiden sudah mengambil keputusan akan mendirikan satu badan yang disebut Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional atau disingkat BPGMN,” kata Raja Juli dalam konferensi pers setelah pertemuan di Istana Merdeka, Kamis (24/9).
BPGMN nantinya berada langsung di bawah Presiden. Pembentukan lembaga tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan gambut dan mangrove sekaligus mendukung upaya pencegahan karhutla.
Pernyataan Prabowo mengenai pakar sebelumnya memang menjadi perhatian publik. Dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 PAN di JCC, Senayan, Prabowo sempat menyinggung pihak yang disebutnya sebagai pakar yang mengkritik sejumlah kebijakan strategis pemerintah.
Dalam pidato tersebut, Prabowo menggunakan sejumlah pernyataan bernada keras ketika merespons kritik yang disampaikan oleh kalangan yang mengatasnamakan diri sebagai pakar.
Prabowo juga mengutip Al-Baqarah ayat 191 mengenai fitnah. Ia kemudian mengatakan tidak terlalu mempersoalkan kritik dari pihak-pihak yang disebutnya sebagai pakar.
Namun, dalam pertemuan bersama 22 pakar di Istana Merdeka, Prabowo kembali menegaskan penghormatannya terhadap keilmuan. Ia juga secara langsung membuka ruang bagi para ahli untuk memberikan masukan mengenai kebijakan pengelolaan lahan gambut.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah merumuskan kebijakan pencegahan karhutla dengan melibatkan masukan dari kalangan akademisi dan ahli.
Info Detak.co | Jumat, 25 September 2026 
