Puslabfor Polri Turun Tangan Selidiki Kematian Misterius Sutrimo
Jasad Sutrimo, penjaga sekaligus kepala rumah tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, saat dibawa menggunakan ambulans dan masuk ke Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring, Jakart Selatan.-Dok. Tangkapan Layar/IG @gianluigich

JAKARTA - Kepolisian melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dalam penyelidikan kasus meninggalnya seorang pria berinisial Sutrimo guna memastikan penyebab kematian secara objektif dan berdasarkan pembuktian ilmiah.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan, keterlibatan Puslabfor dilakukan dalam rangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah sampel dari lokasi kejadian telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Kami juga memahami kekhawatiran serta pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat. Untuk memastikan penyebab meninggalnya saudara S, kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan Puslabfor dan serangkaian tindakan penyelidikan lainnya," ujar Budi dalam keterangannya, Rabu (29/7).

Budi menjelaskan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan masih terus mendalami peristiwa tersebut. Hingga saat ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi serta mengumpulkan berbagai informasi dan petunjuk yang berkaitan dengan kasus tersebut.

"Seluruh fakta masih didalami untuk memastikan penyebab kematian korban secara objektif," kata Budi.

Dalam proses penyelidikan, kepolisian juga telah meminta keterangan dari pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, serta pihak-pihak lain yang mengetahui rangkaian peristiwa sebelum korban meninggal dunia.

Selain itu, penyidik turut mendalami rekam medis korban, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya korban, serta berbagai informasi lain yang dinilai relevan untuk mengungkap penyebab kematian.

Sutrimo diketahui ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman sebuah klinik di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7). Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring.

"Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia," ujar Budi.

Terkait informasi yang menyebut korban merupakan kepala rumah tangga (Karumga) mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, Budi menyatakan penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan identitas maupun latar belakang korban.

Polda Metro Jaya menegaskan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan alat bukti serta hasil pemeriksaan ilmiah guna mengungkap penyebab kematian secara menyeluruh.