Ratusan Personel TNI-Polri Bersihkan Pasar Babakan Tangerang Tindak Lanjuti Arahan Presiden
Sebanyak 504 personel gabungan TNI dan Polri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Babakan, Kota Tangerang, pada Minggu (8/2/2026).

TANGERANG - Sebanyak 504 personel gabungan TNI dan Polri menggelar aksi bersih-bersih di kawasan Pasar Babakan, Kota Tangerang, pada Minggu (8/2/2026). Pasar tersebut dipilih karena merupakan pusat aktivitas masyarakat yang beroperasi hampir sepanjang hari dan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah agar seluruh unsur negara hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan nyata, salah satunya menjaga kebersihan lingkungan.

Dalam pelaksanaannya, personel gabungan bersama Pemerintah Kota Tangerang, Satpol PP, serta berbagai elemen masyarakat menyisir area dalam dan luar pasar. Pembersihan dilakukan di sekitar lapak pedagang, selokan, hingga area parkir guna mencegah penumpukan sampah yang dapat mengganggu kesehatan.

Jauhari menegaskan bahwa pasar menjadi perhatian khusus karena intensitas aktivitas yang tinggi. Tanpa pembersihan rutin, sampah dapat menumpuk dan menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Kegiatan ini turut dihadiri Dandim 0506/Tangerang Kolonel Inf. Ary Sutrisno, Wakapolres Metro Tangerang Kota AKBP Eko Bagus Riyadi, jajaran pejabat utama Polres, personel TNI, Satpol PP, Pokdarkamtibmas, Senkom, serta Pramuka Saka Bhayangkara.

Melalui kegiatan tersebut, Jauhari berharap semangat gotong royong dapat terus ditumbuhkan di tengah masyarakat. Ia juga menilai pengelolaan sampah yang baik berpotensi mendukung program ketahanan pangan, misalnya dengan mengolah sampah menjadi pupuk.

Aksi bersih-bersih ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto yang meminta jajaran pemerintah pusat dan daerah, BUMN, TNI, dan Polri terlibat aktif dalam penanganan sampah. Presiden menilai persoalan sampah sebagai isu krusial yang harus ditangani secara kolektif melalui kerja bakti atau corvée.