RSCM Pastikan Siswi Keracunan MBG di Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak
Febiona Purba | Foto: istimewa

JAKARTA - Dokter neurologi anak Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Setyo Handryastuti, menyampaikan kondisi terbaru Febiona Purba, siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah diduga mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Setyo mengatakan pemeriksaan terhadap Febiona dilakukan secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi wawancara dengan pasien dan keluarga, penelusuran riwayat perawatan sebelumnya, pemeriksaan fisik dan neurologis, hingga pemeriksaan elektroensefalografi (EEG).

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Setyo memastikan tidak ditemukan gangguan fungsi otak pada pasien.

"Insya Allah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali," ujar Setyo, Rabu (16/9/2026).

Selain pemeriksaan neurologis, Febiona juga mendapat pendampingan dari tim psikiatri untuk mengevaluasi kondisi mental serta fungsi kognitifnya.

Dokter spesialis kedokteran jiwa Tjhin Wiguna mengatakan kondisi Febiona saat ini tergolong baik. Kondisi emosinya juga relatif stabil, meski sesekali masih mengalami kegelisahan.

"Kondisinya kita lihat saat ini cukup baik, cukup stabil, emosinya cukup stabil meski kadang-kadang ada kegelisahan. Kami berharap semakin hari bisa semakin stabil," ujar Tjhin.

Dua Siswi Dirujuk ke RSCM

Febiona Purba dan Agnes Parulina, dua anak yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG, dirujuk ke RSCM pada Sabtu (12/9/2026).

Setibanya di Jakarta, keduanya menjalani perawatan di ruang rawat biasa dan tidak membutuhkan perawatan intensif.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin kemudian mengumpulkan tim ahli di RSCM untuk menangani dan mengevaluasi kondisi kedua pasien. Rujukan tersebut dilakukan salah satunya karena Febiona sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan ingatan.

Keberangkatan kedua pasien menuju Jakarta turut didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution hingga Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang.

Orang tua Febiona, Elvinus, sebelumnya menceritakan bahwa perubahan kondisi anaknya mulai terlihat setelah pulang dari rumah sakit. Febiona sempat mengalami kejang dan kemudian menunjukkan perubahan dalam cara berbicara.

"Pas awal dirawat itu belum (ada gangguan ingatan). Selama pulang dari Rumah Sakit Umum masih biasa, normal. Tapi setelah sampai rumah, dia kejang, kami bawa ke RS Haji, di situlah dia mulai omongannya udah kayak anak-anak," kata Elvinus pada Senin (7/9/2026).

Menurut Elvinus, Febiona juga sempat tidak mengenali orang-orang di sekitarnya, termasuk keluarga dan teman sekolah. Kondisi tersebut baru diketahui keluarga setelah Febiona menjalani perawatan di rumah sakit