
Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat (PGR), Sahrin Hamid, menjelaskan secara rinci perbedaan antara Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Gerakan Rakyat dan Partai Gerakan Rakyat dalam sesi Tanya-Jawab pada Kelas Kader yang digelar di Taman Wisata Pendidikan (TWP) Purbasari Pancuran Mas di Desa Purbayasa, Padamara, Purbalingga, Jawa Tengah, Minggu (12/4/2026).
Dalam sesi dialog interaktif tersebut, Sahrin menyampaikan bahwa Ormas Gerakan Rakyat dan Partai Gerakan Rakyat memiliki peran yang berbeda meskipun memiliki ikatan historis yang sangat kuat.
“Ormas Gerakan Rakyat dideklarasikan pada 27 Februari 2025 sebagai organisasi masyarakat yang berawal dari Perkumpulan Relawan-relawan Perubahan. Ormas ini fokus pada kegiatan sosial kemasyarakatan, gotong royong, dan pengorganisasian massa rakyat,” ujar Sahrin.
Ia melanjutkan, Partai Gerakan Rakyat lahir melalui Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I pada 17–18 Januari 2026 di Jakarta. Partai ini merupakan ikhtiar formal dari ormas tersebut untuk melahirkan partai politik yang sah.
“Perbedaannya jelas. Ormas Gerakan Rakyat lebih menekankan gerakan sosial dan advokasi massa, sedangkan Partai Gerakan Rakyat berfokus pada aksi politik formal, termasuk persiapan pencalonan presiden dan wakil presiden di pemilu,” jelasnya.
Sahrin Hamid menegaskan bahwa Ormas Gerakan Rakyat tidak dibubarkan, melainkan tetap eksis berdampingan sebagai kekuatan pendukung dan mesin penggerak massa bagi Partai Gerakan Rakyat.
“Kedua organisasi ini saling melengkapi. Ormas tetap menjalankan fungsi sosial dan konsolidasi rakyat di lapangan, sementara partai menjalankan perjuangan di ranah politik kenegaraan,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini Partai Gerakan Rakyat sedang dalam fase mengurus aspek legalitas, yaitu menyelesaikan dokumen-dokumen di tingkat desa/kelurahan, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat di Kementerian Hukum (Kemenkum).
Penjelasan ini disampaikan sebagai bagian dari materi Kelas Kader yang diikuti oleh 635 peserta yang terdiri dari perwakilan pengurus 35 DPD Kapupaten/Kota dan anggota Gerakan Rakyat se-Jawa Tengah. Sesi ini semakin memperkuat pemahaman para kader mengenai sejarah, karakter, dan arah perjuangan Gerakan Rakyat ke depan.
Acara Kelas Kader tersebut sebelumnya juga membahas sejarah dan timeline Gerakan Rakyat, Panca Darma sebagai karakter partai, serta Lima Prinsip dalam menjalankan organisasi, dan ditutup dengan penyerahan Sertifikat Kader Gerakan Rakyat.
Dengan pemahaman yang lebih utuh ini, diharapkan para kader PGR di Purbalingga dapat bekerja secara lebih terstruktur dan solid dalam membangun kekuatan rakyat menuju perubahan yang lebih besar.
Info Detak.co | Selasa, 14 April 2026 
