
Ketua Umum, Sahrin Hamid mengungkapkan kehadiran Partai Gerakan Rakyat (PGR) dipicu oleh kondisi bangsa yang dinilainya mengalami ketimpangan serta makin jauhnya jarak antara elite politik dan rakyat.
Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri agenda Kelas Kader Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Jawa Timur di Astoria Convention Hall, Kota Mojokerto, Selasa (29/9/2026).
"Kita mengusung ide-ide perubahan karena kita melihat bahwa Indonesia mengalami ketimpangan yang begitu luar biasa, antara kaya dan miskin, antara elite dan juga rakyat jelata. Dan oleh karena itu, maka kita memerlukan alat perjuangan untuk membangun kesetaraan," ujar Sahrin.
Ia juga menyoroti rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga politik dan wakil rakyat berdasarkan berbagai hasil survei politik saat ini.
"Yang pertama adalah Dewan Perwakilan Rakyat. Dan yang kedua adalah partai politik. Dua inilah yang selama ini ternyata tidak dipercaya oleh rakyat. Kalau DPR-nya sudah tidak dipercaya oleh rakyat, kalau partai politiknya sudah tidak dipercaya oleh rakyat, kenapa kita mesti dipaksa untuk memilih yang sudah ada ini?" ungkapnya.
Sahrin menekankan bahwa PGR didesain sebagai kekuatan politik alternatif, lahir secara organik dari rakyat dan bukan milik satu kelompok atau keluarga tertentu.
"Membangun Partai Gerakan Rakyat ini adalah jalan baru kita. Karena kita tidak percaya pada partai politik saat ini, karena kita tidak percaya pada wakil rakyat saat ini, maka kita bangun kekuatan politik kita sendiri. Dan kekuatan politik itu adalah Partai Gerakan Rakyat," ucap Sahrin.
"Partai Gerakan Rakyat didesain menjadi jalan baru kita. Partai Gerakan Rakyat didesain menjadi partainya rakyat. Partai Gerakan Rakyat didesain bukan milik satu orang, bukan milik satu keluarga, bukan milik satu kelompok keluarga oligarki. Kita lahir dari kekuatan kelompok relawan secara organik," lanjutnya menegaskan.
Info Detak.co | Jumat, 02 Oktober 2026 
