Sahrin Hamid: Pendanaan Gerakan Rakyat Bersumber dari Iuran Aktif Anggota

Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid memaparkan terobosan baru dalam pengelolaan partai politik (parpol) yang menitikberatkan pada transparansi keuangan dan keterlibatan anggota dalam pengambilan keputusan strategis.

Sahrin menjelaskan kedaulatan Gerakan Rakyat dibangun melalui kemandirian finansial. Berdasarkan keputusan terbaru, setiap anggota diwajibkan berkontribusi melalui iuran yang telah ditentukan secara kolektif.

Menurut Sahrin, saat ini jumlah anggota Gerakan Rakyat telah mencapai 32 ribu orang. Adapun proses pendaftaran dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh publik.

"Kemarin ini kita baru putuskan iuran anggota setiap anggota 10 ribu rupiah per bulan dan 100 ribu rupiah per tahun. Dan kita punya anggota per hari ini sudah 32 ribu anggota kita. Karena kita anggota juga kita buka secara transparan. Jadi kalau mau lihat berapa perkembangan anggotanya gerakan rakyat saat ini bisa dilihat di website karena itu real time," ucap Sahrin saat menghadiri podcast YouTube @BangSyukurMandar, dikutip Kamis 26/3/2026).

Ia mengungkapkan bahwa minat masyarakat untuk bergabung cukup tinggi, dengan rata-rata 500 hingga 1.000 pendaftar baru setiap harinya. Untuk mengelola komunikasi dan data tersebut, organisasi menggunakan sistem Customer Relationship Management (CRM) agar koordinasi dan penyampaian keputusan organisasi tetap terjaga.

Selain aspek finansial, adanya keterlibatan anggota dalam menentukan arah politik organisasi melalui teknologi digital. Salah satu momen krusial saat pengambilan keputusan pembentukan Partai Gerakan Rakyat (PGR) dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I pada 17-18 Januari 2026 lalu.

Sahrin mengungkapkan bahwa lahirnya partai ini bukan sekadar instruksi dari elit pimpinan, melainkan hasil dari mekanisme "E-musyawarah" dengan melibatkan seluruh pemegang Kartu Tanda Anggota (KTA).

"Metodenya secara online. Nah itu yang kita perlukan dan secara online e-voting sejenis itu jadi setiap anggota yang sudah punya KTA itu punya akses untuk bisa masuk ke dalam e-voting itu," jelasnya.

Hasil dari pemungutan suara elektronik itu pun menunjukkan dukungan yang masif, di mana 100 persen pandangan umum dan 98 persen anggota menyatakan setuju serta mendesak agar Gerakan Rakyat mendirikan sebuah partai politik.

Lebih lanjut Sahrin menekankan pentingnya mengubah paradigma anggota partai. Ia berharap anggota tidak hanya menjadi penyumbang dana, tetapi juga menjadi pemegang kendali organisasi.

"Kita ingin anggota ini tidak hanya sekedar anggota, atau tidak hanya sekedar bayar iuran partai, atau iuran organisasi, tapi ikut terlibat dalam pengambilan keputusan. Dan Alhamdulillah, ya, itu sudah mulai kita tradisikan bagaimana keputusan lahirnya partai ini tidak hanya diambil oleh struktur atau pimpinan partai atau pimpinan organisasi, tapi juga oleh anggota," pungkasnya.