Soroti Kisah Tri Rama Dandi, Gerakan Rakyat Dorong Perlindungan Pekerja Informal dan Sistem Sosial

Kisah Tri Rama Dandi, seorang pengemudi ojek online (ojol) di Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sulteng) mendadak viral di media sosial, usai diketahui menjalani pekerjaannya sambil merawat anaknya Muhammad Al-Faizih berusia 1,5 tahun.

Juru Bicara Gerakan Rakyat, Mira Pane menyampaikan pandangan mendalam dari kacamata pengamat sosial dan psikolog. Ia menilai kisah Tri Rama memperlihatkan kondisi nyata para pekerja sektor informal di Indonesia.

"Ini adalah potret nyata dari kompleksitas persoalan sosial yang sedang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini. Kisah ini bukan hanya tentang seorang ayah yang berjuang mencari nafkah, tetapi juga tentang sistem sosial yang belum sepenuhnya mampu memberikan perlindungan kepada keluarga-keluarga rentan," ujar Mira dalam pernyataannya di Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Kendati CCTV digunakan untuk mengurangi kecemasan, Mira mengingatkan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan kehadiran orang tua secara langsung.

"Bagi anak usia balita, kehadiran dan interaksi dengan pengasuh merupakan kebutuhan penting untuk rasa aman, perkembangan emosi, serta tumbuh kembangnya. Meninggalkan anak sendirian, meskipun diawasi melalui kamera CCTV tetap memiliki risiko apabila terjadi keadaan darurat seperti anak tersedak, jatuh, mengalami gangguan kesehatan, atau situasi lain yang membutuhkan pertolongan segera," jelasnya.

Guna memastikan keselamatan anak tanpa mengorbankan mata pencaharian orang tua, Gerakan Rakyat membeberkan lima poin solusi strategis, meliputi:

 1. Pemerintah Pusat perlu memperluas perlindungan sosial bagi pekerja informal, termasuk bantuan bagi orang tua tunggal yang memiliki anak usia dini serta memperkuat akses terhadap jaminan sosial.

 2. Pemerintah Daerah bersama masyarakat perlu mengembangkan layanan penitipan anak secara aman, berkualitas, serta terjangkau, khususnya di kawasan padat penduduk dan dekat pusat aktivitas ekonomi.

 3. Perusahaan aplikasi diharapkan mengeksplorasi program dukungan bagi mitra yang menjadi orang tua tunggal, misalnya melalui kerja sama dengan layanan pengasuhan anak, bantuan darurat, atau program kesejahteraan keluarga.

 4. Mendorong masyarakat dan lingkungan sekitar untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong melalui jaringan dukungan dari tetangga, keluarga besar, dan komunitas agar anak tidak ditinggalkan sendirian saat orang tua bekerja.

 5. Membangun solidaritas sosial agar kisah-kisah serupa tidak hanya berhenti sebagai tontonan yang viral semata.

"Pada akhirnya kisah seorang driver ojol ini mengingatkan kita bahwa di balik setiap pesanan yang diantar ada perjuangan seorang ayah yang sedang mempertahankan kehidupan keluarganya, dan mungkin juga banyak perjuangan para orang tua tunggal diluar sana dengan kondisi yang sama," tutur Mira.

"Namun, perjuangan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk membiarkan anak berada dalam situasi yang berisiko. Yang dibutuhkan bukan hanya simpati sesaat, melainkan langkah nyata agar setiap anak dapat tumbuh dengan aman dan setiap orang tua dapat bekerja tanpa harus mengorbankan keselamatan buah hatinya," tutupnya.