
Kementerian Sosial (Kemensos).
JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) menggelontorkan bantuan tanggap darurat senilai Rp14,65 miliar (Rp14.652.938.379) untuk mengakselerasi penanganan dampak gempa bumi yang menguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Alokasi anggaran tersebut difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pangan harian, penguatan fasilitas shelter pengungsian, operasional dapur umum, pengadaan buffer stock logistik, hingga penyaluran santunan bagi korban jiwa dan luka berat.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), menyampaikan bahwa pengerahan bantuan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Presiden di bawah koordinasi Menko PMK.
"Bersama dengan sejumlah menteri, di bawah koordinasi Menko PMK menindaklanjuti arahan Bapak Presiden... Per hari ini sudah ada Rp14 miliar lebih dukungan yang diberikan dari Kementerian Sosial. Ini yang dari Kementerian Sosial. Karena ini adalah uang rakyat, maka itu kami sampaikan rinciannya," ujar Gus Ipul, Selasa (18/8/2026).
Dampak Gempa dan Rincian Bantuan Logistik
Berdasarkan pendataan sementara hingga 18 Agustus 2026, gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 tersebut berdampak pada 6 kabupaten utama di NTT (Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, Sikka, dan Ende).
Dampak Korban & Kerusakan Fisik:
-
Korban Jiwa: 70 orang meninggal dunia, 665 luka-luka, dan 31.220 warga mengungsi (16.411 KK terdampak).
-
Bangunan: 12.153 rumah rusak (6.578 rusak berat, 1.660 sedang, 3.915 ringan), 264 fasilitas pendidikan, 83 fasilitas kesehatan (9 RS dan 74 Puskesmas), serta 157 tempat ibadah dan 5 jembatan.
Rincian Alokasi Dana Rp14,65 Miliar Kemensos:
-
Logistik & Pangan: 48 ton beras reguler (Rp672 juta) dan 7.500 paket sembako (Rp2,25 miliar).
-
Fasilitas Pengungsian & Dapur Umum: Penyediaan sarana shelter di 7 titik utama (Rp5,167 miliar) dan ketersediaan buffer stock logistik (Rp4,518 miliar).
-
Santunan Korban:
-
Ahli Waris Korban Meninggal: Rp15 juta/orang (Total 70 jiwa = Rp1,05 miliar).
-
Korban Luka Berat: Rp5 juta/orang (Total 199 orang = Rp995 juta).
-
Dukungan Layanan Psikososial dan Kondisi Lapangan
Gus Ipul memastikan bahwa penanganan korban tidak berhenti pada masa tanggap darurat, melainkan dilanjutkan dengan program pemulihan dan pemberdayaan ekonomi. Kemensos juga menerjunkan Tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk mendampingi korban trauma. Di sisi lain, Mensos mengonfirmasi bahwa operasional Sekolah Rakyat di Kota Kupang terpantau aman dan tidak terdampak.
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang turun langsung meninjau wilayah terdampak parah di Kecamatan Reok (Kabupaten Manggarai) serta Pulau Palue (Kabupaten Sikka), menggarisbawahi kebutuhan mendesak masyarakat di lapangan:
-
Kebutuhan Pokok: Tenda, pakaian, selimut, serta perlengkapan khusus perempuan dan anak.
-
Aksesibilitas: Pembukaan kembali jalur darat yang tertutup material longsor oleh Kementerian PU, serta pemulihan jaringan listrik dan sinyal seluler.
-
Penyaluran Logistik Terisolir: Pengiriman bantuan ke daerah terisolir seperti Pulau Palue menggunakan bantuan helikopter BNPB dan kapal feri.
Operasional Dapur Umum dan Mandiri
Guna memenuhi pasokan makanan harian para pengungsi, Kemensos mengoperasikan dapur umum di sejumlah titik:
-
Kabupaten Nagekeo: Memproduksi ~2.000 bungkus/hari.
-
Kabupaten Sikka: Memproduksi ~4.500 bungkus/hari.
-
Kabupaten Manggarai: Memproduksi ~3.000 bungkus/hari.
-
Wilayah Lain: Dapur umum di Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ende, dan Ngada masih dalam tahap asesmen.
Selain dapur umum resmi Kemensos, pemerintah juga mensuplai bahan baku mentah untuk mendukung operasional dapur mandiri yang dikelola secara swadaya oleh warga lokal di posko-posko pengungsian.
Info Detak.co | Jumat, 21 Agustus 2026 
