
Pilot asal Malaysia berinisial MS menangis usai hasil narkotest pil yang dibawanya mengindikasikan positif MDMA atau Ekstasi. (Dokumentasi Humas Bea Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta)
TANGERANG - Seorang pilot maskapai asal Malaysia berinisial MS terlihat menangis saat menyaksikan proses pengujian narkotika terhadap pil yang dibawanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Reaksi tersebut muncul setelah hasil uji awal yang dilakukan petugas Bea Cukai menunjukkan pil tersebut positif mengandung MDMA atau ekstasi.
Humas Bea Cukai Soekarno-Hatta, Satria Yudhatama, menjelaskan pengujian dilakukan menggunakan cairan reagen kimia NIK Reagent U untuk mendeteksi kandungan narkotika pada sampel pil yang diamankan dari koper milik MS.
"Petugas Bea dan Cukai Soekarno-Hatta melakukan uji narkotest dengan menggunakan NIK Reagent U pada pil yang diselundupkan. Warna narkotest berubah menjadi biru berarti positif MDMA (ekstasi)," kata Satria dalam keterangan tertulis.
Dalam rekaman video yang diterima media, petugas terlebih dahulu menyiapkan alat uji, kemudian mengambil sebagian kecil sampel pil dengan cara dipotong sebelum dimasukkan ke dalam kantong berisi cairan reagen.
Setelah sampel tercampur dengan larutan kimia dan dikocok, cairan berubah menjadi warna biru yang mengindikasikan hasil positif mengandung MDMA.
MS yang menyaksikan langsung proses tersebut tampak menutup wajah dengan kedua tangannya sebelum akhirnya menangis usai mengetahui hasil pengujian.
Sebelumnya, MS diamankan petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta setelah diduga membawa 70.114 butir narkotika golongan I jenis MDMA dengan berat bruto sekitar 26 kilogram serta 4 gram sabu saat tiba dari Kuala Lumpur, Malaysia.
Kasus ini terungkap setelah petugas mencurigai sebuah koper berdasarkan hasil analisis citra mesin X-ray di area kedatangan internasional.
Dalam rekaman CCTV, MS yang mengenakan seragam kopilot terlihat mengambil koper dari konveyor bagasi sebelum dihentikan petugas untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Meski kru penerbangan memperoleh jalur pemeriksaan khusus di bandara, mereka tetap dapat diperiksa apabila ditemukan indikasi pelanggaran kepabeanan.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan puluhan ribu butir yang diduga MDMA di dalam koper milik MS. Selain itu, ditemukan pula sekitar 4 gram sabu di dalam tas yang dibawanya.
Petugas juga mengamankan sebuah botol kecil berisi urine yang diduga akan digunakan untuk memanipulasi hasil tes urine.
Selanjutnya, Bea Cukai Soekarno-Hatta berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap perkara tersebut.
Info Detak.co | Senin, 03 Agustus 2026 
