Tinjau Bangunan Roboh Sejak 2024, Gubernur Pramono Targetkan Revitalisasi SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Mulai September
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, melakukan peninjauan langsung ke SD Negeri Kebayoran Lama Selatan 09, Jakarta Selatan, pada Jumat (24/7/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kondisi fisik bangunan sekolah yang ambruk sejak akhir tahun 2024 dan memastikan percepatan rencana pemugarannya.

Dari hasil pengamatan di lokasi, Pramono mengungkapkan bahwa bangunan sekolah tersebut terakhir kali direnovasi pada tahun 2011. Kerusakan berat hingga robohnya atap bangunan dipicu oleh pelapukan dan korosi pada material kerangka bangunan.

"Hari ini secara khusus saya memang datang langsung untuk????ikan kondisi yang sebenarnya dari SD 09 dan juga SD 11 Kebayoran Lama... Tadi kalau melihat kerangkanya kelihatan dengan gampang bahwa ada yang masih utuh, ada yang berkarat yang kemudian menyebabkan kerusakan yang ada," ujar Pramono.

Tahapan dan Pagu Anggaran Rp48,1 Miliar

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan alokasi anggaran sebesar Rp48,1 miliar untuk melakukan revitalisasi total pada fasilitas pendidikan tersebut.

Gubernur membeberkan linimasa dan tahapan pelaksanaan revitalisasi sebagai berikut:

  • Agustus 2026: Proses administrasi penghapusan aset (penghapusbukuan), dilanjutkan dengan proses lelang dan penunjukan kontraktor pelaksana.

  • September 2026: Target maksimal dimulainya pengerjaan konstruksi fisik (groundbreaking) di lokasi.

Dampak Robohnya Sekolah: Siswa Menumpang Belajar Shift Siang

Struktur bangunan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 sebelumnya roboh pada masa libur Pilkada, tepatnya 27 November 2024, yang mengakibatkan kerusakan fatal pada lima ruangan (empat ruang kelas dan satu ruang UKS).

Dampak dari musibah yang belum tertangani selama hampir dua tahun ini memaksa ratusan murid terganggu pola belajarnya. Para siswa terpaksa menumpang fasilitas di SDN Kebayoran Lama Selatan 11 yang lokasinya berada persis di sebelah sekolah mereka. Akibat keterbatasan ruang, jadwal kegiatan belajar-mengajar (KBM) siswa SDN 09 terpaksa digeser menjadi masuk siang hari setelah KBM siswa SDN 11 usai.