Update Gempa NTT: 105 Warga Meninggal, 1.678 Orang Terluka
Dok. istimewa

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat penambahan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Rabu (26/8/2026), total korban meninggal mencapai 105 orang.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan terdapat tambahan dua korban meninggal berdasarkan data terbaru yang diterima BNPB.

"Hari ini kami memperoleh data ketambahan dua orang yang meninggal, sehingga jumlah total yang meninggal menjadi 105," kata Berton dalam konferensi pers BNPB, Rabu (26/8/2026).

Dari total tersebut, sebanyak 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sementara korban lainnya meninggal karena dampak tidak langsung dari bencana tersebut.

BNPB turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Berdasarkan jenis kelamin, korban meninggal terdiri dari 42 persen laki-laki dan 58 persen perempuan.

Jika dikelompokkan berdasarkan usia, korban meninggal didominasi kelompok lanjut usia (lansia) sebanyak 45 persen. Selanjutnya, korban dewasa mencapai 37 persen dan anak-anak 12 persen, sedangkan sisanya merupakan balita dan batita.

Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga bertambah. BNPB mencatat terdapat tambahan 12 korban luka sehingga totalnya kini mencapai 1.678 orang.

"Untuk korban luka-luka saat ini bertambah 12 dari data yang kami peroleh, sehingga menjadi 1.678, dan tetap yang terbanyak adalah di Manggarai Timur, disusul dengan Manggarai," ujar Berton.

Di sisi lain, jumlah pengungsi mengalami penurunan cukup signifikan. BNPB mencatat jumlah pengungsi berkurang sebanyak 6.094 jiwa, dengan penurunan terbesar berasal dari Kabupaten Sikka.

Meski demikian, terdapat penambahan jumlah pengungsi di sejumlah wilayah lainnya. Secara keseluruhan, jumlah warga yang masih mengungsi hingga Rabu mencapai 179.037 jiwa.

"Per hari ini ada penurunan yang signifikan dari jumlah pengungsi. Saat ini ada berkurang 6.094 jiwa, terutama ini berasal dari Sikka," kata Berton.

Ia menambahkan, wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak saat ini berada di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

BNPB terus melakukan pemutakhiran data korban dan pengungsi seiring dengan perkembangan penanganan dampak gempa di wilayah NTT.