
Menindaklanjuti mandat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I mengenai “Keadilan Ekologis, Selamatkan Hutan Indonesia”, Ketua Umum (Ketum) Gerakan Rakyat Sahrin Hamid melakukan aksi nyata penanaman mangrove di Kampung Payum, Distrik Merauke, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026).
Bersama jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Papua Selatan dan warga setempat, Ketum Sahrin menanam 100 bibit pohon bakau di kawasan pesisir Pantai Payum sebagai benteng alami melawan abrasi.
“Kita ingin mengembalikan hutan kita, dan kita akan secara simbolik menanam bibit pohon bakau di sini, di Kampung Payum, Distrik Merauke,” ujar Ketum Sahrin di Merauke, Rabu (11/2/2026).
“Kegiatan ini menjadi bentuk nyata komitmen Gerakan Rakyat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat ekosistem pesisir dari ancaman abrasi serta kerusakan hutan mangrove,” tambahnya.
Ketum Sahrin menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk konkret komitmen organisasi dalam menjaga ekosistem pesisir. Menariknya, bibit yang ditanam merupakan hasil pembibitan mandiri oleh Mama Welhemina, seorang tokoh perempuan pelestari lingkungan setempat.
“Bibit mangrove yang ditanam merupakan hasil pembibitan yang dibuat oleh Mama Welhemina, warga setempat yang turut berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan di kampungnya. Kolaborasi antara organisasi dan masyarakat ini menjadi simbol bahwa gerakan menjaga hutan harus dimulai dari akar rumput,” jelas Ketum Sahrin.
Melalui aksi di Merauke ini, Ketum Sahrin menyampaikan beberapa poin krusial terkait posisi Gerakan Rakyat dalam isu lingkungan meliputi penyelamatan hutan, ketahanan pesisir, dan keadilan ekologi bagi masa depan.
“Melalui aksi ini, Gerakan Rakyat menegaskan komitmennya untuk terus hadir dalam kerja-kerja nyata penyelamatan lingkungan, menjaga hutan Indonesia, dan mendorong terwujudnya keadilan ekologis bagi generasi hari ini dan masa depan,” ungkapnya.
Kehadiran Ketum Sahrin di ujung timur Indonesia sekaligus memanaskan mesin Gerakan Rakyat di wilayah Papua Selatan agar lebih peka dan responsif terhadap isu-isu lingkungan.
Info Detak.co | Kamis, 12 Februari 2026 
