Tetap Tawadhu meski Anies Nomor Satu

Anies Baswedan top skor. Posisi nomor satu. Di atas kertas atas izin Allah subhanahu wata'ala Insyaallah Anies Baswedan memiliki peluang paling besar menang Pilgub Jakarta yang akan digelar 27 November 2024.

Adalah Litbang Kompas yang merilis hasil survei terbarunya. Ada tiga nama yang memiliki elektabilitas tertinggi. Anies Baswedan menempati nomor satu, 29,8 persen. Disusul Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok nomor dua dengan elektabilitas 20 persen. Ridwan Kamil yang sempat digadang-gadang on the way Jakarta memiliki elektabilitas 8,5 persen.

Putra bungsu Jokowi yang juga Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep yang sempat disodorkan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto berduet dengan Jusuf Hamka cuma memiliki elektabilitas "nasakom" alias "nasib satu koma".

Siapapun berniat maju di Pilgub Jakarta harus benar-benar berhitung. Anies Baswedan diatas kertas diprediksi akan menang mudah di Pilgub Jakarta. Ini yang harus kita syukuri, Anies Baswedan berpeluang menang di Pilgub Jakarta.

Masih menurut survei Litbang Kompas dengan margin of error lebih kurang 4,9 persen, ada sekira 39 persen warga Jakarta pasti akan memilih Anies Baswedan. Bahkan Anies Baswedan memiliki persentase terendah dari nama-nama yang muncul di bursa calon gubernur Jakarta yang tidak akan dipilih oleh warga Jakarta sebanyak 17,3 persen.

Demikian pula dengan Basuki Tjahaya Purnama. Ada sekira 17,8 persen warga menyatakan tidak akan memilih Ahok. Sementara 21,3 persen warga Jakarta tidak akan memilih Ridwan Kamil. Sedangkan Kaesang Pangarep paling banyak tidak akan dipilih warga Jakarta, yaitu 33,8 persen.

Bagi pendukung Anies Baswedan untuk tetap rendah hati (tawadhu). Seperti ilmu padi. Ilmu padi mengandung makna semakin berisi semakin merendah. Tetap merendah, walaupun elektabilitas paling top. Prestasi-prestasi Anies Baswedan tetap terukir indah di hati warga Jakarta.

Namun tidak lengah dan tetap waspada. Tetap fokus kerja-kerja electoral. Karena menuju hari pencoblosan lebih dari 4 bulan lagi. Apapun bisa terjadi dalam rentang waktu 4 bulan ke depan.

Seperti anjuran Imam ketika akan melaksanakan shalat berjamaah. Istawu wa I'tadilu, luruskan dan rapatkan barisan. Kita fokus sempurnakan barisan agar kemenangan bisa diraih.

Barisan yang masih bengkok kita luruskan dengan penuh hikmah. Bahkan bisa jadi masih terdapat barisan yang kosong kita mulai tata kembali agar barisan yang kosong untuk diisi sehingga barisan lurus dan rapat dalam agenda tunggal. Menang tanpa merendahkan. Kata orang Jawa, "menang tanpa ngasorake".

Bandung,
12 Muharram 1445/18 Juli 2024

Tarmidzi Yusuf, Kolumnis