
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat berpidato dalam perintah HUT ke-25 Demokrat, Sabtu (5/9/2026).(Tria Sutrisna)
JAKARTA - Partai Demokrat menegaskan pernyataan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengenai kekuasaan tidak berkaitan dengan persiapan menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Penegasan tersebut disampaikan Demokrat merespons pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia yang menilai gestur AHY dalam pidatonya seperti memberikan sinyal siap menjadi salah satu kontestan pada Pilpres mendatang.
“Demokrat menegaskan pidato AHY sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan politik praktis, apalagi terkait Pilpres 2029. Pidato Politik Ketum AHY selalu berbicara mengenai konsep besar, gagasan-gagasan dan pemikiran besar. Masa depan bangsa dan negara. Nasib rakyat. Kemaslahatan orang banyak. Seperti apa peran Demokrat, dalam memperjuangkan harapan rakyat,” demikian pernyataan Partai Demokrat, Selasa (8/9/2026).
Demokrat menjelaskan, pernyataan AHY mengenai kekuasaan perlu dipahami secara menyeluruh. Dalam pidatonya, AHY menekankan bahwa kekuasaan merupakan amanah yang diberikan rakyat dan memiliki batas waktu.
AHY juga mengingatkan bahwa kekuasaan dan jabatan tidak berlangsung selamanya, sementara tanggung jawab kepada rakyat harus terus dijalankan.
“AHY menegaskan kekuasaan datang dan pergi. Jabatan ada waktunya. Pemilu memiliki siklusnya. Tetapi tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah selesai. Di sinilah poin utamanya,” ujar Demokrat.
Menurut Demokrat, pesan tersebut sekaligus menjadi refleksi bagi kader setelah partai menjalani perjalanan selama 25 tahun. AHY mengajak seluruh kader melihat kembali pengalaman Demokrat, baik ketika berada di pemerintahan maupun saat berada di luar kekuasaan.
“Dua puluh lima tahun pertama adalah sejarah. Dua puluh lima tahun berikutnya adalah tanggung jawab kita. Kita pernah di pemerintahan, di kekuasaan, dan kita pernah berada di luar kekuasaan,” paparnya.
AHY juga mengingatkan kader Demokrat yang saat ini berada di pemerintahan agar memanfaatkan kewenangan yang dimiliki untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kepada kader Demokrat yang berada di pemerintahan, gunakanlah kekuasaan hari ini untuk melayani,” sambungnya.
Demokrat menyebut AHY juga menekankan pentingnya kehadiran partai di tengah masyarakat. Partai, kata dia, tidak boleh hanya hadir ketika membutuhkan dukungan suara, tetapi harus mampu hadir ketika rakyat membutuhkan.
Karena itu, keberhasilan perjuangan politik tidak semata-mata diukur dari jumlah kursi yang diperoleh, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan masyarakat dan seberapa banyak kehidupan rakyat yang dapat diperbaiki.
“Itulah makna kekuasaan, itulah arti Demokrat Bersama Rakyat. Jadi, keliru betul kalau statemen Kekuasaan ada batasnya, malah diartikan Ketum AHY membahas Pilpres 2029, dan malah dianggap sudah sibuk serta bersiap diri nyapres,” tegas Demokrat.
Demokrat juga membantah anggapan bahwa pidato tersebut berkaitan dengan soliditas koalisi pemerintah. Partai menegaskan AHY justru menyampaikan dukungan terhadap kebijakan dan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Dukungan tersebut, antara lain, ditujukan terhadap Program Sekolah Rakyat serta revitalisasi madrasah dan pondok pesantren. Program-program itu dinilai penting untuk memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak Indonesia.
Selain itu, AHY disebut mendukung langkah Presiden Prabowo dalam mencegah penyimpangan dan korupsi, termasuk memastikan penggunaan keuangan negara untuk proyek-proyek strategis nasional dilakukan secara akuntabel.
Dengan demikian, Demokrat menilai pernyataan AHY mengenai kekuasaan tidak tepat jika ditafsirkan sebagai sinyal pencalonan menuju Pilpres 2029.
Sebelumnya, Ahmad Doli Kurnia menyatakan setuju dengan substansi pidato AHY mengenai demokrasi, tanggung jawab pemerintah, serta hak dan kewajiban warga negara. Namun, ia menyoroti posisi AHY yang saat ini menjadi bagian dari pemerintahan.
Doli menilai gaya penyampaian dan gestur AHY dalam pidatonya dapat dimaknai sebagai sinyal kesiapan untuk menjadi salah satu kontestan pada Pilpres 2029.
“Namun, dilihat dari cara penyampaian, gestur, dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang,” ujar Doli.
Info Detak.co | Selasa, 08 September 2026 
