Menantu Amien Rais Buka Suara Usai Mundur dari Ketum Partai Ummat
Ridho Rahmadi. (ANTARA)

JAKARTA - Ridho Rahmadi angkat bicara setelah memutuskan mundur dari posisi Ketua Umum Partai Ummat. Menantu Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais itu menyebut pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi dalam organisasi.

Ridho mengibaratkan pergantian kepemimpinan seperti estafet dalam sebuah perlombaan. Menurutnya, ketika pemimpin yang berada di depan mulai kelelahan, tongkat kepemimpinan harus diteruskan kepada orang berikutnya agar organisasi tetap dapat mencapai tujuan.

"Ini tour of duty biasa, organisasi yang modern, kalau pelari di depan mulai 'ngos-ngosan', ya disambut estafet pelari selanjutnya, sehingga tim tetap mencapai garis finis," kata Ridho, Kamis (3/9/2026).

Setelah tidak lagi menjabat sebagai ketua umum, Ridho mengatakan dirinya akan kembali fokus pada aktivitas akademik. Ia kini kembali menjalankan aktivitasnya di Politeknik Artificial Intelligence BMD yang disebutnya sebagai habitat asal.

"Saya sekarang kembali ke kampus Politeknik Artificial Intelligence BMD, ke habitat asli," ujarnya.

Meski meninggalkan posisi ketua umum, Ridho memastikan dirinya masih menjadi bagian dari Partai Ummat. Ia tetap tercatat sebagai anggota Majelis Syura.

Ridho menjelaskan, dalam struktur Partai Ummat, ketua umum merupakan anggota Majelis Syura yang mendapat mandat untuk menjalankan tugas kepemimpinan partai.

"Saya tidak di kepengurusan, tapi masih sebagai anggota Majelis Syura karena memang aturan di Partai Ummat, ketum adalah anggota Majelis Syura yang ditugaskan," jelasnya.

Sebelum mengambil keputusan mundur, Ridho mengaku telah berdiskusi dengan Amien Rais. Menurutnya, Amien mendukung keputusan tersebut, terutama karena Ridho ingin lebih berkonsentrasi mengembangkan kampus AI yang baru didirikannya.

"Tentu saya berdiskusi dulu dengan Pak Amien, ya beliau mendukung keputusan ini, terlebih karena memang untuk fokus di kampus AI yang baru didirikan dan baru masuk tahun kedua," ungkap Ridho.

Ridho mengatakan Amien juga menitipkan pesan kepada jajaran kepemimpinan baru Partai Ummat agar mempersiapkan organisasi menghadapi Pemilu 2029.

"Pak Amien mendukung, untuk pesan ke kepemimpinan baru agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi Pemilu 2029," katanya.

Ridho Rahmadi sebelumnya menyatakan mundur dari posisi Ketua Umum Partai Ummat. Meski tidak lagi memimpin kepengurusan partai, ia menegaskan tetap memiliki komitmen terhadap Partai Ummat.

Pengunduran diri juga dilakukan Sekretaris Jenderal Partai Ummat Taufik Hidayat. Taufik membenarkan dirinya ikut mundur karena sebelumnya terpilih dalam satu paket kepengurusan bersama Ridho.

"Iya betul per 20 Agustus 2026. Iya (mundur juga) karena terpilih satu paket bersama ketum," kata Taufik saat dikonfirmasi pada Rabu (2/9/2026).

Setelah pengunduran diri keduanya, Partai Ummat menetapkan pelaksana tugas (Plt) ketua umum dan sekretaris jenderal melalui agenda penetapan Musyawarah Majelis Syura ke-8.

Sekretaris Majelis Syura Ansufri ID Sambo ditunjuk sebagai Plt Ketua Umum Partai Ummat. Sementara posisi Plt Sekjen dipercayakan kepada Muhammad Sadiq.