Puji Kinerja Seskab Teddy Indra Wijaya, Ahmad Sahroni: Dia Adalah Jangkar Pemerintah Presiden Prabowo
Bendahara Umum DPP Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

JAKARTA - Bendahara Umum DPP Partai NasDem sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, memberikan pembelaan serta apresiasi tinggi terhadap performa kerja Sekretaris Kabinet (Seskab), Teddy Indra Wijaya. Sahroni mengibaratkan posisi Teddy sebagai "jangkar" dalam struktur pemerintahan, yang memegang peran krusial dalam mengawal sekaligus memastikan seluruh program kerja prioritas Presiden dapat dieksekusi secara mulus tanpa hambatan.

Melalui keterangan tertulisnya pada Kamis (18/6/2026), Sahroni menilai segala tindakan dan langkah taktis yang diambil oleh Teddy di ruang publik belakangan ini merupakan representasi langsung dari tanggung jawab besarnya sebagai kepala administator kabinet.

Fungsi Penyelaras Informasi dan Komunikasi Publik

Sahroni menambahkan bahwa ruang lingkup tugas seorang Seskab di era sekarang menuntut keaktifan yang tinggi, termasuk dalam mengelola dinamika informasi nasional:

  • Meluruskan Disinformasi: Seskab dinilai memiliki otoritas penuh untuk memberikan pernyataan resmi ke hadapan publik guna meluruskan berbagai isu yang simpang siur atau bias terkait kebijakan eksekutif.

  • Kepatuhan Regulasi: Seluruh manuver komunikasi yang dilakukan Teddy dipastikan masih berjalan di dalam koridor hukum serta sesuai dengan wewenang struktural yang melekat pada jabatannya.

"Sebagai Seskab, dia juga harus berkomentar di publik bila ada hal simpang siur yang harus diluruskan berkaitan dengan pemerintah. Jadi Teddy sudah bekerja sesuai fungsi dan performanya sangat mengagumkan," puji Sahroni.

Sikapi Wajar Sentimen Negatif Publik

Terkait munculnya riak-riak kritik maupun komentar miring dari sejumlah pihak mengenai intensitas pergerakan Seskab, Sahroni menganggap fenomena tersebut sebagai hal yang wajar dalam alam demokrasi.

Menurut kacamata politiknya, gelombang respons negatif itu justru muncul karena publik belum terbiasa melihat figur pejabat muda di lingkar dalam istana yang memiliki inisiatif tinggi, responsif, serta memperlihatkan etos kerja dengan performa di atas rata-rata.