.jpg)
RANS Carnival.
TASIKMALAYA - Manajemen Plaza Asia Tasikmalaya mendadak menghapus agenda RANS Carnival dan Cipungland dari kalender promosi mereka, yang sedianya dijadwalkan berlangsung pada 14–15 November 2026. Penangguhan acara ini tak lepas dari imbas gerakan boikot di media sosial yang menargetkan acara-acara terafiliasi dengan Raffi Ahmad, menyusul polemik kehadirannya pada Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI yang terbukti melibatkan peserta mahasiswa gadungan.
Manajer Operasional Plaza Asia Tasikmalaya, Roni Apriliansyah, menjelaskan bahwa hilangnya jadwal event tersebut disebabkan karena belum adanya keputusan final bersama pihak RANS Entertainment.
"Kita saat ini masih terus berkomunikasi dengan pihak Rans Entertainment... Hari Senin di-meeting-kan di internal Kang. Jadi nanti biar penjelasannya lengkap ya," ujar Roni, Minggu (1/11/2026).
Gelombang Boikot dan Akar Polemik Sumpah Pemuda
-
Pembatalan Massal Musisi di Jogja: Sebelum di Tasikmalaya, acara RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman (31 Oktober–1 November 2026) lebih dulu diboikot. Sejumlah musisi utama seperti Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes, serta para tenant UMKM menarik diri dari acara tersebut.
-
Akar Masalah: Boikot dipicu oleh kehadiran Raffi Ahmad pada acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 (29/10/2026). Acara tersebut dikecam publik setelah sejumlah kampus (seperti UBSI dan Universitas Dian Nusantara) membantah mengirimkan delegasi, dan terungkap bahwa massa yang hadir adalah mahasiswa bayaran/gadungan.
-
Klarifikasi dan Maaf Raffi Ahmad: Melalui akun resmi Utusan Khusus Presiden, Raffi meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan hadir murni sebagai tamu undangan, tanpa niat mencederai semangat pemuda, dan berjanji akan lebih teliti serta berhati-hati dalam menelaah undangan acara ke depannya.
-
Polda Metro Jaya Buka Suara: Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa kepolisian adalah pihak penyelenggara acara deklarasi tersebut. Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf terbuka atas polemik yang terjadi dan menerima segala kritik publik sebagai bahan evaluasi.
l dan Cipungland dari kalender promosi mereka, yang sedianya dijadwalkan berlangsung pada 14–15 November 2026. Penangguhan acara ini tak lepas dari imbas gerakan boikot di media sosial yang menargetkan acara-acara terafiliasi dengan Raffi Ahmad, menyusul polemik kehadirannya pada Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran HI yang terbukti melibatkan peserta mahasiswa gadungan.
Manajer Operasional Plaza Asia Tasikmalaya, Roni Apriliansyah, menjelaskan bahwa hilangnya jadwal event tersebut disebabkan karena belum adanya keputusan final bersama pihak RANS Entertainment.
"Kita saat ini masih terus berkomunikasi dengan pihak Rans Entertainment... Hari Senin di-meeting-kan di internal Kang. Jadi nanti biar penjelasannya lengkap ya," ujar Roni, Minggu (1/11/2026).
Gelombang Boikot dan Akar Polemik Sumpah Pemuda
-
Pembatalan Massal Musisi di Jogja: Sebelum di Tasikmalaya, acara RANS Carnival di Stadion Maguwoharjo, Sleman (31 Oktober–1 November 2026) lebih dulu diboikot. Sejumlah musisi utama seperti Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes, serta para tenant UMKM menarik diri dari acara tersebut.
-
Akar Masalah: Boikot dipicu oleh kehadiran Raffi Ahmad pada acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia 2026 (29/10/2026). Acara tersebut dikecam publik setelah sejumlah kampus (seperti UBSI dan Universitas Dian Nusantara) membantah mengirimkan delegasi, dan terungkap bahwa massa yang hadir adalah mahasiswa bayaran/gadungan.
-
Klarifikasi dan Maaf Raffi Ahmad: Melalui akun resmi Utusan Khusus Presiden, Raffi meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ia menegaskan hadir murni sebagai tamu undangan, tanpa niat mencederai semangat pemuda, dan berjanji akan lebih teliti serta berhati-hati dalam menelaah undangan acara ke depannya.
-
Polda Metro Jaya Buka Suara: Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa kepolisian adalah pihak penyelenggara acara deklarasi tersebut. Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf terbuka atas polemik yang terjadi dan menerima segala kritik publik sebagai bahan evaluasi.
Info Detak.co | Senin, 02 November 2026 
