Kabar Duka, Bassist Pas Band Trisno Tutup Usia
Bassist Pas Band, Trisno | Foto: ist

JAKARTA - Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Bassist Pas Band, Trisno, meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat penyakit gagal ginjal.

Informasi wafatnya Trisno pertama kali disampaikan oleh drummer NTRL, Eno, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Eno mengenang sosok Trisno sebagai musisi legendaris sekaligus pribadi yang rendah hati.

"Selamat jalan sahabat, teman, kang bro ku @tris_noize, legendary bassist @passband.id. Kita semua berharap kesembuhan kang bro, tapi Allah punya rencana yang berbeda. Kebaikan, canda tawa, dan karya-karya kang bro akan selalu dikenang," tulis Eno.

Sebelumnya, Eno juga sempat mengabarkan bahwa Trisno tengah menjalani perawatan intensif dan meminta doa agar rekannya tersebut segera pulih. Ia bahkan membagikan tangkapan layar panggilan video yang memperlihatkan Trisno sedang dirawat dengan bantuan alat pernapasan.

Kondisi kesehatan Trisno sebelumnya juga dikonfirmasi oleh drummer Pas Band, Sandy, pada 23 Juli 2026. Menurut Sandy, kesehatan Trisno telah menurun dalam beberapa tahun terakhir. Meski mengalami pembengkakan pada kaki dan penurunan berat badan, Trisno disebut baru memeriksakan diri ke dokter beberapa bulan terakhir.

Hasil pemeriksaan menunjukkan Trisno mengalami gangguan liver dan hipertensi. Pada pertengahan Juli 2026, ia sempat mengalami penurunan kondisi hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Dokter menemukan adanya penyumbatan di kepala yang mengharuskannya menjalani operasi.

Dalam perawatan lanjutan, tim medis juga mendiagnosis Trisno mengalami gagal ginjal dengan fungsi ginjal yang tersisa sekitar lima persen, sehingga ia harus menjalani cuci darah.

Trisno dikenal sebagai salah satu personel utama Pas Band bersama Yukie (vokal), Bengbeng (gitar), dan Richard Mutter (drum). Grup musik asal Bandung tersebut meraih popularitas besar pada era 1990-an dan dikenal sebagai pelopor band independen yang merilis album secara mandiri di tengah dominasi label rekaman besar.

Sepanjang kariernya bersama Pas Band, Trisno turut berkontribusi dalam lahirnya 10 album studio, mulai dari Four Through the Sap (1993) hingga Unscripted Experience yang dirilis pada 2020. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, rekan musisi, dan para penggemar musik Indonesia.